Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Menunggumu

on November 25, 2012

Menunggumu selalu menyakitkan. Seperti kemarin, kemarinnya, dan kemarinnya lagi. Beginikah kerasanya menunggu jawab itu? Aku telah memilih jalannya, tanpa tendensi. Aku ikhlas, menghabiskan waktu-waktuku sekedar menunggu jawaban yang selalu terlalu terlambat. Larut dalam pikiran dan prasangka. Aku selalu berprasangka baik, memikirkan bagaimana penatnya harimu dan lelahnya tubuh serta pikiranmu. Aku memilih mengalah dan menunggu. Meninggalkan sejenak kepentinganku untuk sekedar memastikan bahwa aku tidak akan terlambat membacanya dan mengabarkan bahwa aku baik-baik saja. Bahkan dalam pikiranmu yang kalut begini, aku memilih memikirkan semua yang baik dan satu per satu mulai mendoakanmu, satu, dua, tiga, empat…semoga Tuhan selalu mendekapmu dalam kesehatan, kedamaian, dan kelapangan. Aku hanya ingin jawaban, tidak ingin semuanya selesai, baik, dan sempurna, hanya ingin sebuah jawaban, apapun jawaban itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: