Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Tak Harap Kembali

on November 24, 2012

Masih berbicara tentang cinta (haduh…temanya kok cinta terus ya, tapi ini berdasarkan pengertian cinta yang sudah kita sepakati lho ya, cinta yang universal, tidak tendensius, dan tidak terbatas pada rasa suka pada lawan jenis)

“Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
HANYA MEMBERI TAK HARAP KEMBALI
Bagai sang surya menyinari dunia”

Begitulah seharusnya cinta

Seperti itulah cinta yang ingin saya katakan. Cinta itu memberi, itu saja. Kembali atau tidaknya bukan merupakan tujuan. Kenapa bisa terjadi “Pemberi Harapan Palsu” itu karena kita mengharap rasa suka dan cinta yang kita berikan itu kembali, berbalas, berarti itu ‘mungkin’ bukan cinta. Cintaku bertepuk sebelah tangan juga fenomena yang sering terjadi, ya sama aja sih sebenernya karena kita pengen dicintai juga, pengen berbalas. Padahal cinta yang benar (menurut saya) tidak pernah memberikan harapan palsu dan tidak pernah membuat kita galau gara-gara bertepuk sebelah tangan. Dan ingat, di atas kita (gak usah ndogak ke atas!) ada sang mahacinta yang peling tau bagaimana cara menjawab dan membalas cinta kita… *apa??!! Membalas, katanya tak harap kembali?hemm…pasti akan dibalas tapi tidak perlu lah kita menetapkan standar-standar terbalasnya itu, pokoknya percaya deh Allah itu adil dan tidak pernah dzalim.

Maka mencintai itu memberi, tak harap kembali, seperti ibu… cintanya tidak ada tendensi. Jadi, untuk orangtua, sahabat, teman, musuh, guru, bahkan yang kita harapkan membalas rasa suka kita, mari mencoba mencintainya dengan lebih tulus, memberi…barangsiapa memberi akan menerima. Tenang saja sudah ada yang mengatur semua, tidak akan rugi. Jadi, perhatian, pengertian, pengorbanan, waktu-waktu menyakitkan untuk menunggu, tenaga yang terbuang untuk membantu, juga airmata yang tumpah mungkin (ehem ehem), mari mulai kita ikhlaskan…itu baru cinta namanya. Terus memberi, bukankah memberi itu hal yang menyenangkan? Yang suka memberi dengan ikhlas pasti juga akan dipasangkan dengan dia yang suka memberi dengan ikhlas pula… ^^

*hmm, agak nggak nyambung sih ini, tapi pengen bilang cinta yang sering ketinggalan, cinta pada tanah air, yuk menjadi manusia baik agar tanah air kita kembali seperi lagu-lagu jadul itu…kalau kita kecewa sekarang, semoga kitalah yang akan mengobatinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: