Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Segerakan Membayar Hutang Yuukk

on October 31, 2012

Membayangkan semua orang mempunyai sikap yang sama dalam soal pinjam-meminjam. Oiya, jadi ingat entah hadist atau apa bahwa kita akan bisa mengetahui karakter seseorang bila sudah pernah melakukan transaksi pinjam-meminjam, uang termasuk di dalamnya… Kata Nabi, ada tiga hal di dunia ini yang perlu disegerakan, salah satunya adalah membayar hutang…yang dua yaitu menguburkan mayat dan menikahkan anak gadis yang sudah siap menikah…

Ngomong-ngomong soal uang nih ya, tidak semua orang punya sikap yang sama apabila terlibat dalam lingkaran pinjam meminjam, ada yang langsung mengembalikan, berusaha mengembalikan, suka kelupaan bahkan melupakan diri, kurang ajar banget nih yang tipe ketiga! Sayangnya juga tidak semua orang berani secara vulgar membicarakan ini (baca: menagih atau mengingatkan), dan hanya bisa harap-harap cemas dalam hati *curcol… bingung bagaimana ngomong (nagih)nya, kalau duaribu limaribu sih sudah biasa (kalau dikumpulin banyak juga sih haha), tapi malu mau menagih, padahal dalam hati itu, “ayo dong inget kamu punya utang, buruan dikembalikan….” Tapi cuma dalam hati, ya….sudahlah ya…

Ini bukan soal pelit lho ya, tapi soal kepedulian terhadap sesama. Kalau kita punya hutang, ibaratnya kita meminjam yang bukan hak kita, namanya meminjam ya harus dikembalikan. Gak usah nunggu ditagih kali, soalnya belum tentu yang meminjami kita itu berani menagih. Lalu, diapun jadi galau berkepanjangan hingga akhirnya dengan putus asa mengatakan, ya sudah saya ikhlaskan…wwwuuuuaaaa kata-kata ikhlas itu bisa jadi diucapkan, tapi dalam hati siapa tau, dan nanti diakhirat semua akan menentukan nasib kita…gak mau kan terkatung-katung antara surga dan neraka? *kalo masih sempat terkatung-katung. Jadi, mari mulai dengan kesadaran kita…coba kita ingat-ingat lagi hutang kita, di list deh. Kalau lupa ya ditanyakan ke yang bersangkutan…

Kita tidak tahu mungkin teman kita sedang membutuhkan uang, seratus dua ratus bisa bahaya kalau ternyata yang meminjami tidak mengikhlaskannya. Ini bukan soal pelit atau tidak tapi soal memenuhi hak orang lain. Gak mau kan kita diambil haknya??? Kalau kita belum bisa membayar ya bilang dan berilah ketenangan, “nanti aku bayar tanggal sekian ya” atau “aku transfer tanggal sekian ya…” atau “maaf aku belum bayar, insyallah tanggal ini deh” atau “whaa…maaf aku lupa kalo punya utang, jadinya berapa?” Mari memberi ketenangan pada sesama…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: