Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Nilai A

on October 28, 2012

Sedang mengingat-ngingat kembali darimana nilai-nilai A itu berasal. Di KHS banyaaak banget nilai A, bahkan untuk mata kuliah-mata kuliah yang tidak jelas *tidak benar-benar dipahami, huhu….terus darimana dong nilai A nya itu? haduuuh…sejak semester 4 saya gak pernah tanya-tanya lho kalo ujian, tapi 3 semester sebelumnya iya, hoho. Tapi ada satu hikmah, semenjak saya akhirnya sadar dan memilih untuk mengerjakan semuanya sendiri (baca: gak nanya kiri kanan pas ujian) nilai saya jadi bagus-bagus terus. Nah, kalau beruntung dapat A ya berarti saya bisa mengerjakan soal-soal dengan benar atau dosen-dosen saya percaya saya telah mengerjakannya dengan benar (hahaha…). Hmm.. sekarang saya jadi sadar, nilai A itu bukan cuma pemanis KHS lhooo… nilai itu sejatinya adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan selama kita masih mengakui transkrip nilai kuliah kita adalah milik kita.

Ceritanya sekarang sedang kembali merenung…banyak mata kuliah yang sudah lupa, banyak yang dulu paham tapi sekarang sudah hilang entah kemana, padahal nilai A yang kita dapat itu berlalu seumur hidup yang implikasinya ilmu yang kita dapat juga berlaku seumur hidup. Kalau kita dapat nilai A di suatu makul lalu kita ditanya perihal makul tersebut dan ternyata tidak bisa…hmm, selamat yaa…bisa jadi banyak yang suudzan…

Saya pernah diberitahu oleh kakak tingkat, “Dik. nilai cumlaude kuwi bahaya lho…nek kowe ra pinter tenan malah ngisin-ngisini, mending koyo aku nilaine biasa-biasa wae…”, waktu itu saya hanya tersenyum….dalam hati ingin mengeluarkan senjata (haha, daripada nilaine elek ra pinter sisan, gek ngopo sekolah…), tapi saya tahan karena bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan mungkin. Tapi saya menyadari betul apa yang dikatakan mas itu memang benar, nilai yang kita dapat itu ibarat pedang, bisa menolong sekaligus menjatuhkan kita…jadi bagaimana? solusinya sekarang adalah…mari kembali memaknai aktivitas belajar kita dengan benar. bahwa belajar bukan soal nilai apa yang akan kita dapat, namun ilmu apa yang kita kuasa

Jadi agak menyesal dulu sering mbolos kuliah, sms-an pas kuliah, jam kosong maen-maen dan hahahihi, padahal banyak banget buku di perpus yang belum dibaca. Jadi semangat kalo akhir kuliah gak ada yang tanya padahal hal hati saya (apalagi temen-teman yang lain, hahaha *peace!) masih sangat bertanya-tanya….

Nilai bukan segalanya, ilmulah intinya… kalau nilainya selangit tapi amnesia dan gak paham apa kata dunia? (bahkan akhirat pun juga akan mempertanyakan mungkin). Mari lebih semangat belajar! Belajar untuk dapat ilmunya, bukan untuk dapat nilainya ya! Nilai itu bonus dari manusia, mending mengejar pahala yang lebih kekal dan adil pembagiannya.

Belum terlambat untuk berbenah, bagi yang sudah bergelar S.Pd English Department FKIP UNS ada baiknya kita belajar lagi deh phonology, morphology, semantics, sociolinguistics, syntax, discourse analysis, SFL, pragmatics, dan tentunya ilmu-ilmu language teaching!

Semangat!!!!!

Advertisements

2 responses to “Nilai A

  1. ha ha atin-atin,,, tapi sebaik-baiknya nilai adalah nilai “A”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: