Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Passion

on October 27, 2012

“Akhirnya aku menemukan kembali passion dalam hidupku. Tentang mimpi-mimpi, tentang belajar, tentang keinginan untuk melakukan yang terbaik. Kegalauan kemarin adalah pelajaran berharga”

Pekan lalu saya membaca notenya Arif Darmawan, baiklah…dia sudah di Istanbul, dapat beasiswa di Marmara University… Baru kemarin saya buka-buka fb.nya Civita Patriana, baiklah…dia sedang di Kuala Lumpur sekarang sampai pebruari, dengan profile picture dan cover photo suatu tempat di Eropa entah dimana… Civita adalah pengejar mimpi sejati, begitu juga dengan Arif Darmawan. Hmmm…sedikit flashback Civita adalah teman saya di UNS selama 1 tahun setelah itu di memilih mengejar mimpinya ke UI. Saya ingat betul hari itu, tapi lupa hari apa, pengumuman SIMAK UI…kebetulan beberapa waktu sebelumnya vita sudah bilang kalau ikut simak UI…
“Civita diterima di UI?”
“Enggak..”

Ah, saya lega…akhirnya dia tidak jadi meninggalkan saya, eman-eman kalau harus ditinggalkan sabahat sekeren dia..hoho.
Semuanya berubah saat di dalam kelas, kami duduk bersampingan, lalu dia berbisik.
“Maaf ya Atin, aku diterima.. “

Wwwuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaa…..saat itu di kelas waktu kuliah saya langsung MENANGIS, tangis saya pecah. Civita jadi kebingungan sendiri waktu itu, haha. Saya menangis entah kenapa saya bahagia akhirnya dia bisa kesana, tapi saya bersedih karena akan kehilangan dia…sahabat yang selalu bermimpi besar, bercerita tentang hal-hal yang besar, dan bertekad besar. Entah waktu itu saya menangis kenapa, tapi saya merasa terluka… lepas dari itu Civita sepertinya benar-benar menemukan habitatnya disana, bersama orang-orang keren. Lalu, muncullah cerita itu…tentang eropa… ya dia yang pertama kali menginjakkan kaki di Eropa. Saya kapan ya? Suatu saat nanti saya pun akan kesana. Ini dia orangnya…

—-
Malam ini saya dapat sms dari seorang teman,
“Atin si YAP (nama disamarkan dulu ya…) mau ke Jerman lho sebulan akhir November nanti, dapat tugas belajar dari prodi.”

Biasanya saya selalu nyesek dan tidak terima kalau ada kabar-kabar begituan, tapi entah kenapa mala mini saya jadi sangat bahagia…ya bahagia untuk keberhasilan teman-teman saya. Allah itu super keren sehingga nikmat apapun yang dibagi kepada hambaNya tidak akan ada yang tertukar. Saya yakin teman saya itu telah melakukan banyak hal lain yang tidak saya lalukan, maka dia dapat nikmat super keren ini dari yang maha keren. Selamat dan semangat ya kawan! Aku disini akan selalu bersemangat!

“Akhirnya aku menemukan kembali passion dalam hidupku. Tentang mimpi-mimpi, tentang belajar, tentang keinginan untuk melakukan yang terbaik. Kegalauan kemarin adalah pelajaran berharga”

*terima kasih galau, karenamu aku menyadari telah kehilangan salah satu ruh dalam hidupku…galau, kamu istirahat dulu ya jangan ganggu aku dulu.

Advertisements

6 responses to “Passion

  1. kristal says:

    passionmu? keliling dunia? 🙂

  2. hey, tolong digarisbawahi ya, tentang mimpi-mimpi, tentang belajar, tentang melakukan hal-hal yang lebih baik… keliling dunia itu salah satunya, tapi jujur keinginan itu benar-benar sesuatu dalam perjalanan karierku, hahaha… tapi bukan tujuan, hanya sarana 😀 insyallah… kangen citrah nih…

  3. terimakasih atin,postingan ini mengingatkanku tentangng passion menyuntikkku kembali tentang mimpi suatu saat bisa kenergeri sebrang dengan passion itu pula. saling mendoakan ya. luv u coz Allah atin^-^

  4. Atin, I just stumbled upon this fascinating post during my nocturnal wandering. Thank you for addressing me as such even though I’m still far far away from achieving my dream. I always and will always remember the day you confused me in the class. Crying without giving me a single word of explanation. That moment, I realized once again that sacrifice was to be made. Leaving you and the others was hard especially when I knew nothing about the new place I was going to. Now, the fact that I’m standing here chasing one dream after another is also because of you. Your endless support and the pray you slip in after your sholat, I know it is for me and your other friends, isn’t it?:) What’s there with the ‘galau’, that word is not even exist..dictionary does not recognize it in all languages..I don’t..Do you think who invented such gloomy and confusing word? Only those who fear of doing something I think..don’t you think so?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: