Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

“Jebakan” Judul Skripsi

on October 20, 2012

hhmm… “ayo Aul, kamu bisa! judul ini bakalan jadi bagus banget, belum banyak diambil, dan pasti nanti akan keren jadinya…”

kurang lebih kalimat itulah yang saya sampaikan sebagai penyemangat kepada teman saya Aul yang sedang galau dengan ‘judul skripsi’. ini adalah project penelitian tentang ‘pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak tuna wicara’. saya rasa ini akan jadi sangat keren karena sedikit sekali mahasiswa pendidikan bahasa inggris yang mengambil bidang seperti ini, pengajaran anak-anak berkebutuhan khusus.

*ini sebenarnya ambisi pribadi saya sendiri sih, setelah ikut ASEAN Paragames saya jadi terobsesi untuk mencintai orang-orang berkebutuhan khusus. karena skripsi saya sudah selesai jadi ya…mumpung ada yang lagi galau nyari judul, saya berikanlah judul itu dengan gaya meyakinkan bahwa ini akan sukses.

singkat cerita, hari ini saya diajak aul untuk melakukan penelitian, mengambil data. kami ke sebuah sekolah tuna tungu-wicara di daerah Manahan. saya sangat bersemangat akhirnya ambisi saya tercapai, lebih dekat dengan anak-anak berkebutuhan khusus.

pertama memasuki sekolah, saya deg-degan tapi senang. kami menunggu beberapa waktu sampai jam sekolah usai. waktu itu saya sempat ‘berbincang-bincang’ dengan siswa. bincang-bincang kami bukan bincang-bincang biasa, perlu ada penerjemah. kami memakai bahasa isyarat dan bahasa gerakan mulut, simpelnya bahasa isyarat. haii….mereka bicara tapi tidak mendengar apa yang mereka bicaraka. ya, agak sulit memang. saya berkenalan dengan Cahyo, yang waktu menyebutkan namanya lebih terdengar… “ang….yong…” baik, saya masih perlu belajar. hey, ada lagi siswa kelas 6 SD namanya Zahra. dia tunarungu total tapi dia bisa bicara lebih jelas, waktu kami berkenalan di menyebutkan namanya cukup jelas, “yarrrrrrra” ya, banyak sekali r-nya. walaupun dia tuna rungu total tapi (kata teman saya) orang tuanya sangat mendukung dan memberikan apa-apa yang terbaik untuk zahra, bagus…

petualangan kami di SLB baru dimulai ketika kami memasuki sesi wawancara. tugas saya adalah merekam wawancara. apa? wawancara? dengan tunga rungu? baik…karena saya yang mengusulkan judul ini, maka saya optimis pasti bisa. kami dibantu oleh salah seorang mahasiswa PPL di SLB tersebut. dan…..jeng-jeng!!!! wawancara teraneh yang pernah saya temui. apa-apa yang saya bayangkan sangat jauh dari kenyataannya. saya membayangkan wawancara kan berjalan lancar walau dengan bahasa isyarat (kan kami bawa penerjemah), ternyata…butir-butir pertanyaan yang dibuat teman saya sangat kompleks dan ilmiah sehingga anak-anak (kelas 2 SMA) merasa kesulitan dan bingung mau jawab apa. kami malah jadi bingung bagaimana memparafrasekannya menjadi lebih sederhana. waktu kami minta mereka menulis, mereka malu dan tidak mau menulis. tapi…walaupun mereka tidak bisa bicara dan mendengar tapi mereka menguasai banyak vocab lho, hanya saja mereka tidak tahu bagaimana mengucapkannya dengan benar… saya melupakan satu hal bahwa anak-anak tunarungu tidak bisa mendapatkan bahasa sejak dari tahap paling awal, mendengar. maka perkembangan otak dan semuanya juga ikut terganggu. tapi saya yakin mereka normal dan bisa jadi pintar, hanya perlu waktu lebih lama…

dengan hasil wawancara yang kurang menyenangkan ini membuat Aul yang dulu galau gara-gara judul jadi semakin galau gara-gara data, bagaimana mau dapat data kalau informannya begini? merasa bersalah, saya sarankan Aul untuk menyusun pertanyaan yang lebih mudah dengan bahasa yang sederhana, atau kepepetnya pakai kuosioner deh ya…dan jangan lupa bawain makanan kalo mau wawancara.

baiklah, untuk keadaan ini saya hanya bisa ikut prihatin dengan usaha pencarian datanya Aul, dan meminta maaf karena saya telah ‘menjebak’ Aul untuk mengambil judul ini dan akhirnya membawa Aul dalam dunia tunarungu-wicara..dunia baru, berbahagialah Aul karena judul itu akan memberikan banyak pelajaran hidup, pengalaman baru, dan ide-ide baru dalam pengajaran. saya yakin kamu bisa! ya, saya harus ikut bersemangat karena sedikit banyak saya yang telah menyesatkan Aul sampai ke titik ini…sebuah obsesi pribadi yang harus memakan korban. tapi percayalah Aul…ini baik, insyallah! selamat berjuang ya! segera lulus… jangan galau terus! 😀

Advertisements

3 responses to ““Jebakan” Judul Skripsi

  1. greey says:

    semoga saja dapat segera teratasi, kemungkinan besar bergantung pada questionaire buat olah datanya, interview sebagai penguat saja..
    lanjutkan jebakanmu tin,hehe

  2. Ummi Rahmah says:

    assalamu’alaikum
    saya juga berencana untuk mneliti di SLB di daerah rumah saya, insya Allah saya akan meneliti tentang strategi guru dalam mengajarkan bahasa inggris. saya masih bingung dan sedikit khawatir tentang perizinan untuk meneliti, ukhti bisa kasih saran ke saya untuk melakukan penelitian ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: