Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Untuk Anakku yang Belum Terdefinisi

on October 16, 2012

Nak, bunda ingin menunjukkan padamu sesuatu. Mimpi bunda yang terwujud dalam kehidupan orang-orang lain disekitar bunda. Saat ini, saat bunda menulis ini untukmu, bunda masih 21 tahun belum menikah dan belum membayangkan kamu akan seperti apa. Tapi bunda ingin bercerita…

Anakku, dunia ini luas dan didalamnya ada banyak sekali pelajaran, banyak orang-orang yang belum kita kenal, banyak budaya yang belum kita sentuh. Entah dibelahan dunia manapun kelak kamu dilahirkan, bunda ingin kamu sampai di belahan bumi yang lainnya, belajarlah dan sampaikanlah kebaikan-kebaikan, jangan lupa, jadi agen muslim yang baik ya!

Mereka ini teman-teman bunda, Nak. Bukan orang jauh, mereka ada dekat dengan bunda saat ini masih satu pulau, dibesarkan dalam lingkungan yang kurang lebih sama dan menjalani kehidupan yang hampir sama, bahkan mempunyai mimpi yang sama. Tapi mereka sudah hidup dalam mimpinya kini, dan bunda masih menunggu sambil terus berusaha. Kau tahu mereka orang-orang baik, mereka bekerja keras dan menikmati usahanya untuk sampai pada mimpi mereka. Mereka tahan banting dan bekerja lebih keras dari bunda sekarang. Ah, mungkin kamu akan bertanya, “Berarti Bunda tidak seserius mereka?” hmm, bagaimana ya, bisa dibilang begitu (makanya kamu jangan meniru Bundamu ini ya!) Tapi, nak, kelak kamu akan paham, bahwa hidup kita ini bukan semata-mata soal mimpi dan kebahagiaan kita sendiri, dalam diri kita ada tanggungjawab kepada orang lain, kepada Allah. Dan semoga bundamu ini tidak semata-mata membela diri (walau memang begitu adanya), bunda masih terus menjaga mimpi itu dan meniti jalan untuk kesana, kelak akan bunda ceritakan padamu ya… Tapi kamu juga harus bangga pada bundamu ini ya! Karena bunda berani bermimpi dan sudah mewujudkannya walau baru sedikit. Jangan melihat dari keberhasilan yang diperoleh, tapi belajarlah menghargai setiap usaha… (ah, lagi-lagi bundamu ini membela diri), tapi ini benar, lihatlah dari usahanya keberaniannya, karena hasil akhir itu bukan kita yang menentukan.

Bukan kamu harus ke luar negeri kok, tapi keluar dari dirimu dan menjelajahlah ke dunia lain dimana kamu menjadi orang asing dan buatlah jejak disana. Negeri yang asing itu bisa jadi di belahan bumi yang lain, bisa juga ada di sebelah rumah kita, di kolong-kolong jembatan, di desa-desa terpencil dan keasingan-keasingan yang lain. Nak, mimpimu tak harus sama dengan bunda juga orang-orang yang lainnya, kamu boleh bermimpi yang beda asalkan itu baik…

Anakku, bermimpilah yang tinggi ya! Hidup kita hanya sekali, tapi jangan sampai mimpimu yang tinggi itu mengalahkan kodrat kita sebagai manusia dan hamba… anakku, mimpilah hanya untuk sesuatu yang baik dan mulia, semoga bunda bisa selalu mendukungmu dan mengantarmu mewujudkannya, tapi kamu jangan manja ya…!
Anakku, hari ini bunda mengintai facebook orang-orang untuk kamu, untuk menunjukkan padamu, ini, negara-negara yang bukan Indonesia (tempat bundamu tinggal sekarang) mereka bisa kesana nak, ayo kamu pun bisa kalau kamu mau…

/426358_521338827881098_1841458335_n.jpg”>

Atau, kamu bisa hidup dengan mimpi yang lain, lain kali akan bunda ceritakan kisah orang-orang luar biasa, yang mimpinya sederhana namun mampu mengubah dunia, sabar ya..
Oiya, kalau kamu nanti bisa menjelajah dunia jangan lupa pulang ya, berbakti pada ayah bundamu, juga bangsa kita…ingat, jadi agen muslim yang baik ya…

Dan ingat, miliki banyak sahabat…mereka adalah ‘tangan Tuhan’ yang bisa menyentuhmu, mewujudkan mimpi bersama-sama akan lebih mudah daripada berusaha sendirian. Selamat berjuang ya anakku, bunda sedang mempersiapkan semua yang terbaik untukmu…


*untuk anakku yang belum terdefinisi
-tibatiba pengen ngakak hahahahahahaha ——Ya Allah, tiba-tiba bisa nulis begini-

Advertisements

6 responses to “Untuk Anakku yang Belum Terdefinisi

  1. rana says:

    Aaaa dek atin *____* aku juga pengen nulis ginian hahaha. good job dek

  2. Atin says:

    hahaha, maaf ya mbak, ndak sistematis ini nulisnya, tiba-tiba mengalir…. selamat merencanakan yang terbaik untuk anak-anak kita ya… *gludak

  3. wahdatun nikmah says:

    padahal aku nunggu ceritanya atin untuk suaminya atin kaya’ gimana yaaa……………. hahahahahaha

  4. selamat berjuang nak. selamat punya calon bunda hebat,… nanti kita besanan saa gimana tin???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: