Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

SIA-SIA

on October 10, 2012

Puisi Chairil Anwar yang masih menggores dalam hati hingga sekarang. Puisi ini sudah banyak dikaji oleh berbagai disiplin ilmu. Bagi saya (yang belum punya kompetensi ilmiah) puisi ini dalam. Hanya itu, dalam. Pemaknaannya….silakan ditafsirkan sendiri-sendiri 🙂

Penghabisan kali itu kau datang
Membawaku kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Darah dan Suci
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang memastikan: untukmu.

Lalu kita sama termangu
Saling bertanya: apakah ini?
Cinta? Kita berdua tak mengerti

Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri

Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

Februari 1943

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: