Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Minta Maaf

on October 8, 2012

Entah kenapa tiba-tiba saya merasa sangat bersalah, menilai yang ini lebih baik dari yang itu, dia lebih pandai dan lebih bisa dipercaya daripada dia yang lain dan sebagainya. Seringkali kita menghakimi orang lain tanpa kita sadari. Menganggap orang lain tidak baik, padahal mari kita lihat lagi, bisa jadi kita yang tidak melihatnya dengan benar sehingga yang baik terlihat tidak baik. Setiap orang dikaruniai keunikan masing-masing, karena itulah hidup jadi harmonis. Masalahnya kita tidak bisa memaksa orang lain bahkan dunia ini untuk menjadi seperti apa yang kita mau. Kita punya kehidupan sendiri dan orang lain juga punya kehidupannya sendiri, dan kita semua hidup dalam satu dunia yang sama…maka jalan tengahnya adalah saling legowo…

Sore itu saya diliputi perasaan bersalah karena berhari-hari membicarakan kebaikan-kebaikan dan ‘keburukan’ orang lain (keburukan dari kacamata saya). ya, keburukan dari kacamata saya, karena saya yang tidak mengerti maka keunikan bisa bernilai keburukan… saya kurang menerima orang lain dan terlalu memanja diri sendiri. Tiba-tiba saya diliputi perasaan bersalah dan….harus segera minta maaf. entah apapun yang akan terjadi nantinya, dianggap cari muka atau mungkin dijauhi, terserah saja, yang penting saya ingin minta maaf sebelum semuanya terlambat, sebelum melakukan hal-hal seperti ini jadi biasa.

Dan, luar biasa, kata maaf punya kekuatannya sendiri, ia seolah sebuah tali yang mengikat lebih erat 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: