Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Little Gift for the Beloved One

on September 28, 2012

Untuk bisa memberi seringkali kita harus meminta, bukan hanya pada Tuhan tentunya, tapi juga pada sesama kita. dalam malam-malammu mungkin tak ada yang tahu bagaimana rengek pintamu pada Tuhan, tapi ketika diri harus merendah meminta pada sesama manusia, sekelumit kebaikan, tidak selalu kita bersedia, berat dan malu.. Dan aku harus membuang rasa malu itu sejenak, menggantinya dengan keberanian dan kerelaan untuk diberi atau tidak. Memang hanya Tuhan yang bisa memberi, dan hanya pada Tuhan pula kita wajib meminta. Sayangnya Tuhan tidak menjatuhkan semua dari langit dan mengubah takdir seketika. Harus ada usaha pada penyalur-penyalur dikabulkannya doa dan permintaan kita, sesama manusia…

Ketika kita diminta? Maukah kita memberi?
Kita berusaha bisa mengerti besarnya harapan orang lain dan memahami besarnya kebahagiaan atas pemberian kecil yang bisa kita berikan. Kita berpikir seandaninya kita ada di posisi ‘peminta’ itu.

Karena dunia terbolak-balik, kita ingin mereka memberi saat kita meminta, maka kita harus memberi saat mereka meminta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: