Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Oleh-oleh dari Masjid Kampus UGM

on September 25, 2012

Masjid itu berdiri megah, sejuk dan indah. Arsitekturnya sederhana tapi romantis dan membuat setiap yang datang ingin berlama. Bangunan disebuah pojok kampus besar seolah mengingatkan bahwa yang mereka semua gadang-gadangkan, ilmu pengetahuan, tidak lain dan tidak bukan bersumber dan akan bermuara pada satu Dzat yang telah menciptakan dengan begitu serasi sempurna. Tapi bukan soal masjid kampus yang akan saya tuliskan (bisa langsung datang ke TKP).

Pada suatu sore ketika saya sedang tidak ada kerjaan (parah!), saya beranikan diri datang ke sebuah majelis di maskam UGM. Kajian mendatangkan ustad ibukota. Asiknya untuk mengadakan event di sore hari yang berdurasi kurang dari 2 jam ini, panitianya dihandle oleh Event Organizer yang didukung banyak sponsor pula. Hmmm, jadi kepikiran untuk membandingkan nuansa disini dan di kampus sebelumnya 🙂
Ini beberapa rangkuman yang saya tulis secara acak dari ceramah yang disampaikan oleh ustad abi makki, semoga bermanfaat:

1. Setiap mahasiswa atau siswa yang sedang belajar atau mendalami ilmu apapun, sejatinya dia sedang menjalankan kewajiban umat, fardhu kifayah, bahwa harus ada sebagian muslim yang menguasai disiplin-disiplin ilmu yang bermanfaat bagi umat. Jadi, mari kita hayati proses belajar kita kewajiban yang mendatangkan banyak pahala dan ridha Allah, insyallah.
2. Setiap rosul diberikan kekuatan atau mukjizat sesuai dengan kondisi umatnya dan musuh dakwah yang dihadapi. Misalnya pada jaman Nabi Musa as, umatnya sedang tergila-gila dengan sihir, maka diberilah mukjizat tongkat yang bisa mengalahkan para peyihir. Pada masa Nabi Isa, orang-orang sedang tergila-gila dengan tabib, maka diberilah mukjizat untuk bisa menyembuhkan orang sakit. Nah, umatnya Nabi Muhammad as akan menjadi umat yang menguasai ilmu pengetahuan dan musuh-musuh dakwah adalah orang-orang berilmu, maka diturunkalah mukjizat itu berupa Al-qur’an yang merupakan sumber ilmu pengetahuan sekaligus seruan bagi umat untuk membaca (Iqra) yang dapat diartikan pula belajar, melihat, mengamati, menghayati.
3. Kenapa kita perlu berilmu? Yang utama adalah untuk menyelamatkan diri kita sendiri di dunia dan di akhirat, dan juga menyelamatkan umat (membawa manfaat sebesar-besarnya untuk umat)
4. Tahukah kita? Syariat yang kita jalankan selama ini adalah dalam rangka mendukung kita manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan. Misalnya, dengan membaca alqur’an akan bisa meningkatkan daya ingat kita, demikian juga sholat, puasa dan lain-lain (tapi yang lain-lain saya lupa penjelasannya).
5. Bahwa Alqur’an adalah sumber ilmu pengetahuan sudah tidak dapat dibantah. Banyak ilmu-ilmu yang baru diketahui oleh para ‘ahli’ yang sudah jauh-jauh abad diungkapkan oleh Allah dalam Al-qur’an. Salah satunya adalah QS Al Ankabut, sarang laba-laba betina (dikemudian hari, ilmuwan baru menemukan bahwa hanya laba-laba betina yang bisa membuat sarang). Banyak sekali ilmu-ilmu dalam alqur’an yang sangat perlu kita pelajari dan buktikan kebenarannya untuk kita tunjukkan pada mereka-mereka yang ngeyel

Semoga kelak Islam akan kembali menyinari seluruh dunia dengan ilmu pengetahuan, dan kita adalah bagian dari cita-cita besar itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: