Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

merlion is under renovation! :(

on August 28, 2012

Bagian Singapore adalah bagian yang paling menyakitkan. Kami sampai di Singapore pukul 2 pagi dan diturunkan di sebuah jalan, Beach road. Pas kami datang, pas orang-orang keluar dari pub. Praktis kami disambut rok mini, bau alcohol, dan hal-hal yang baru pertama saya alami. Rencana kami langsung ke Changi, dan ternyata….masih jauh. Krik-krik… kami berjalan tanpa arah dan akhirnya, ada polisi. Dalam hati saya berharap semoga polisi-polisi mau mengantar kami ke Changi. Setelah bernegosiasi, kami hanya disarankan untuk mencari taksi. Baiklah…. Taksi di Singapore pada dini hari dikenakan cas dua kali lipat. No choice. Wuaaaaaaaaaa….uang kami harus hilang secepat ini 😦
Sampai di Changi, sepi… masih pukul set.3 dinihari, kami mencoba tidur, tapi dinginnya bukan main. Alhasil, ngobrol.
Menjelang pagi kami ganti kostum dan menitipkan barang. Tariff penitipan barang lumayan mahal 6 dolar per tas. Tapi tidak ada pilihan lain. then, kami menjelajah Singapore. Hari yang tidak terlalu indah, hujan gerimis dan kadangan lebat sepanjang hari. Banyak rencana yang gagal karena…hujan, dan faktor utamanya capek! Kami hanya mengunjungi KFC, Bugis street, esplanade theatre, marina bay, sentosa island, china town, dan melewati bangunan-bangunan kuno yang indah. Esplanade adalah titik terdekat dengan patung merlion, lambing supremasi pelancong di Singapore. Tapi sampai capek kami berputar-putar, tak kunjung terlihat si imut merlion.
Kami beranikan tanya ke petugas, dan dia pun menjawab:
“unfortunately, Merlion is under renovation.”
“Apa????”
Yasudah, agar tidak terlalu kecewa, kami meluncur ke Sentosa, disana ada patung merlion juga dan tentunya, UNIVERSAL STUDIO, haha, walau cuma di depannya, hehe…
Di Singapore ini kami agak kesulitan mencari makan, hingga pada akhirnya kami mampir ke restoran india, dan makan makanan india. Makanannya berwarna kuning dan rasanya aneh…kunyit semua…hehe
Sisanya, hanya kami habiskan di bandara menunggu pagi yang dingin. Di bandara changi, suhu di luar bandara lebih hangat daripada di dalam bandara. Teman2 memutuskan untuk tidur di McDonals, dan saya… di ruang tunggu. Akhirnya? Pagi-pagi badan pegal-pegal tapi semuanya terbayar karena akhirnya kami akan segera pulang, haha. Kami sangat merindukan rumah. Senyaman-nyamannya di luar negeri, tetap kampung halaman dan keluarga lebih nyaman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: