Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Kecewa

on August 28, 2012

Dulu aku mengagumi mereka sebagai orang-orang salih yang mampu menjaga aku tetap dalam kebaikan. Hingga pada satu titik aku menemui mereka jauh dari apa yang aku sangka. Cara mereka berkata, cara mereka menyapa, bercanda, membuat aku benci. Cara mereka menertawakan sebuah kesalahan dan menganggap hukuman sebagai sesuatu yang pantas ditertawakan. Entah karena yakin akan diampuni atau karena memang sudah bosan dengan cara hidup yang selama ini kami jalani. Aku benci. Selama ini banyak pesan kebaikan yang mereka titipkan, tapi hari ini aku meragukan mereka. Aku ingin segera pergi dari mereka, ke kehidupan yang lebih tenang seperti seharusnya. Menyenangkan memang, tapi itu mencederai kepercayaan, prasangka positif, dan citra orang-orang yang selama ini aku jadikan teladan.

Hingga, pada akhirnya aku sadar: aku sedang berkaca pada diriku sendiri. Akupun seperti mereka. Akupun bersikap seperti mereka. Aku mempunyai sisi-sisi mereka yang baru saja aku bilang ‘benci’. Maka, ketika aku ingin menyalahkan orang lain, menganggap orang lain lebih buruk, ada baiknya aku berkaca pada diriku sendiri, bisa jadi aku lebih buruk dari yang lain. Maka, tidak ada kata lain yang lebih pantas bagiku selain perbaikan diri.

Seorang muslim adalah cermin bagi muslim yang lain, mungkin itulah yang dimaksudkan rosulullah. Seperti apapun, mereka adalah saudaraku, mereka adalah guru-guru dalam kehidupanku. Akupun pernah menikmati indahnya ukhuwah bersama mereka. Aku menulis sebagian lembar hidupku bersama mereka dan mereka mempunyai sebagian rekaman kehidupanku. Maka aku tidak boleh membenci, karena kami adalah satu tubuh. Bila aku mampu, maka sampaikan apa-apa yang aku anggap benar pada mereka walaupun kebenaran itu belum tentu sama untukku dan untuk mereka. “Jangan kalian saling membenci” sabda Rasulullah seperti dikisahkan Abu Hurairah dalam riwayat Bukhari. “Jangan saling menipu, janganlah kalian saling dengki, jangan saling memutuskan hubungan, dan janganlah sebagian menyerobot akad dagang sebagian yang lain”. “Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”, lanjutnya (HR. Muslim). Meski aku kecewa, pada diriku ataupun saudaraku, selalu ada waktu untuk perbaikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: