Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Second Day : Panel Discussion and Paper Presentation

on July 27, 2012

Pembahasan lebih banyak kepada Sustainable development in education. Panelis-panelis yang dihadirkan merupakan profesor dari beberapa negara. Intinya, layaknya sustainable development dalam berbagai bidang seperti ekonomi, sosial, budaya, pendidikan pun harus bisa dikembangkan agar bisa berkelanjutan, dalam hal ini tentunya berkelanjutan dengan grafik naik. Ada juga pemateri yang menyampaikan tentang “Shadow Education” apakah itu? Lembaga bimbingan belajar. Ternyata tidak hanya di Indonesia saja yang menjamur, tapi juga dinegara-negara lain. Lembaga bimbingan belajar menjadi sangat vital bagi siswa dan mereka merasa sangat membutuhkannya. Bahkan di Hongkong, tentor-tentor LBB menjadi sangat terkenal karena dipampang dimana-mana layaknya bintang iklan.

Lalu bagaimana peran sekolah sampai siswa merasa sedemikian perlunya bergabung dengan lembaga bimbingan belajar? Hal lain yang dikahwatirkan adalah mengenai penanaman nilai pada anak. Akankah LBB mampu menanamkan nilai-nilai yang menjadi salah satu fungsi pendidikan dan sekolah bagi siswa. Ini adalah pertanyaan besar bagi insan pendidikan, terutama guru.

Pada sesi presentasi, peserta dipersilakan memasuki ruangan-ruangan yang masing-masing ruangan menampilkan 5-6 presenter. Kami memasuki salah satu ruangan, dan ternyata presenternya berasal dari berbagai negara dan menyoroti berbagai masalah. Menarik, sebelum akhirnya pria Nepal itu berulah. Dia adalah pria lumayan muda yang saya bilang sombong dan angkuh tapi nol besar (emosi tingkat tinggi).

Pada saat ada doctor dari jepang yang tampil (bahasa Inggris beliau kurang lancer, dan sering terpaku pada buku), lalu pria Nepal itu mengangkat tangan, dikira bertanya, ternyata di bilang, “Thank you for your very good way of communication, blab la bla….” yang initnya, penelitian pak jepang dianggap kurang standard an hinaan lainnya. Untung sekali si Ibu dari Chula yang menjadi moderator bersikap sangat baik dan bijak dengan membela pak jepang dengan mengatakan, “This is an ongoing research project, blab la…” jadi lega.

Tidak berhenti sampai disitu, saat ada muslim Thailand yang presentasi tentang pendidikan islam di Thailand selatan, si pria Nepal dengan songongnya menghina lagi paper yang dibuat oleh Ibu dari Thailand selatan itu. Krik..krik… suasana di dalam ruangan memanas. Tidak hanya itu, paper si Ibu tersebut dicoret-coret sekenanya oleh pak Nepal yang sombong. Dan….satu hal lagi yang membuat saya makin gusar, waktu melihat name tag.nya ternyata sama seperti kami, hanya peserta biasa yang tidak presentasi paper dan tidak ngapa-ngapain alias Cuma datang, mendengarkan, mencatat, dan insyallah belajar, tapi nampaknya pak Nepal punya misi lain “Menjatuhkan orang lain”. Astagfirullah, maaf ya pak Nepal, semoga bapak tidak begitu lagi sehingga saya juga tidak menulis begini lagi…

*menurut kami, amatlah tidak sopan dan menyakiti hati dengan menyampaikan masukan dengan cara yang menjatuhkan seperti itu, apalagi di depan umum. . Tapi gak tahu juga ding kalo di forum2 seperti ini sudah biasa bantai2an kayak di kelas, hehe…kami kan orang baru ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: