Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Earn a Living

on July 16, 2012

Saya bersyukur punya pengalaman melamar pekerjaan. Pengalaman pertama bagi saya merasakan persiangan lapangan kerja. Sesuatu yang dulu seringkali dikritisi mahasiswa dan menjadi kekhawatiran. Lapangan kerja semakin sulit. Tahukah?bukan dengan menggerutu lantas semuanya akan menjadi mudah, tapi mulailah meningkatkan kapasitas diri agar bisa memenangkan persaingan.
Dalam proses itu lagi-lagi saya belajar banyak hal. Saya bertemu dengan orang-orang baru yang kebanyakan kakak tingkat. Mereka umumnya sudah bekerja tapi belum bisa mencukupi kebutuhan hidup sehingga mencari sumber penghasilan yang lebih layak. Tidak jarang, mereka bersaing dengan teman sendiri untuk mendapatkan pekerjaan.
Saya melihat harapan dan kekhawatiran dalam wajah-wajah mereka. Ada yang cemas akan tidak diterima, ada juga yang santai, entah yakin diterima atau sudah pasrah. Yang jelas, hanya beberapa posisi yang tersedia dan diperebutkan banyak orang. Sebenarnya hidup memang selalu begitu, sebuah kompetisi, jadi selalu siapkan diri untuk bisa menjad lebih unggul. Melihat kekhawatiran mereka saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka. Waktu itu saya berpikir, kalaupun saya diterima dan ada yang lebih membutuhkan tapi ditolak. Saya akan bersedia melepasnya untuk yang lebih membutuhkan.
Saya juga jadi tambah saudara dalam proses melamar kerja. Inilah yang tidak bisa dibeli, persaudaraan. Meski kami saling bersaing, kami juga saling memberi semangat. Senang rasanya bisa mengenal banyak saudara seiman yang tidak diketahui sama sekali awalnya dan belajar sesuatu dari mereka. Entah saya berhasil atau gagal, saya sudah mendapatkan sesuatu yang tidak ternilai harganya, sebuah persaudaraan.
Dan, hasilnya…
Rasanya saya pagi ini membuat banyak orang heran. Mereka diterima dan mulai bekerja dan tidak melihat saya di sekolah. Mereka bertanya, “Atin, kamu diterima di Al Abidin gak?”, saya jawab, “Tidak,hehe.”
Memang begitulah, kenyataannya memang saya tidak diterima. Tapi, kata ketua yayasan, “Kami memang belum bisa menerima Saudari, karena Saudari belum bisa berkomitmen terkait status beasiswa di UGM. Tapi kalau saudari ternyata tidak diterima di UGM, saudari bisa langsung menghubungi saya. Saya sedang membutuhkan Kepala Sekolah untuk SMA tahun depan. Biasanya saya mengangkat kepala sekolah dari mereka yang sudah berpengalaman, tapi kali ini saya sedang mencari kepala sekolah yang backgroundnya bahasa Inggris, saya beri kebijakan khusus untuk Anda, karena saya punya keyakinan Anda mampu.”
Lalu?
Mari tunggu apa kata UGM!

Dan jawabannya: SELAMAT, ANDA LOLOS SECARA AKADEMIS

Advertisements

One response to “Earn a Living

  1. ernhy says:

    Semangat terus atin ceria….teruslah menginspirasi. Jejakkan seluas luasnya manfaat dari karunia Allah yang dilimpahkan padamu. salam sahabat kecilmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: