Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Melamar Kerja ^^V

on June 3, 2012

Akhirnya saya melamar kerja juga,hehe…sudah tua ternyata. Kemarin-kemarin pas mau masukkan lamaran bapak saya sempat agak menertawakan. Mungkin masih heran ternyata anak-anaknya sudah siap mandiri. Atau mungkin juga anaknya yang banyak luputnya ini mau ngajar, hehe
Al Abidin, salah satu sekolah yang ingin saya masuki, mengajar disana. Kualitas yang bagus, pengajar-pengajar muda dengan semangat tinggi, dan lingkungan yang kndusif (islami banget). Ada beberapa tahap yang harus dilalui,
1. Seleksi tertulis. Jauh dari banyangan. Saya pikir akan diberikan soal-soal bahasa inggris yang banyak dan sulit. Ternyata soalnya adalah AGAMA ISLAM. Dari mulai berpakaian, amal yaumiyah, sampai nulis ayat al-qur’an. Wow,,,
2. Lolos tahap 1. Tahap selanjutnya adalah bahasa Inggris dan baca qur’an. Interview bahasa Inggris with Mr. Zaenal. Ujian al-qur’an bersama Ustad….gak tau namanya, keren, saya salah makhroj 1 huruf bapaknya tau, salah panjang pendek juga tau, padahal itu juz tengah2. Kesimpulannya yang didepan saya adalah seorang Al Hafidz, hmm…baiklah…saya semakin suka tempat ini. Selanjutnya saya ditantang hafalan…tuing2…walau pernah hafal surat2 terakhir juz 30, tapi saya sudah laaaaaaaaaaaaaaammmmmmmmmmmmaaaaaaaaaaaaaaaaaa gak pernah murojaah, jadi ya….. An Naziat! Aha, kalau surat ini saya masih lumayan hafal, buat setoran liqo kemaren2, hehe… Alhamdulillah…
3. Lolos tahap 2. Selanjutnya Microteaching. Kegilaan kali ini saya datang ke SMP Al-Abidin. Pas ditanya, “Mbak daftarnya di SD atau SMP?” saya juga gak tau ini saya daftar buat SD atau SMP. Dan ternyata setelah diusut saya sedang melamar SMP. Padahal saya persiapan microteaching untuk SD. Hmmm…yasudah, nothing to loose, nekat ngajar SD dengan meminta teman-teman pelamar yang lain berakting layaknya anak kelas 1 SD. Mission complete…
4. Lolos tahap 3. Terakhir adalah interview. Nah, dari pagi saya sudah galau. Bagaimana tidak, saya seperti menjemput penolakan. Menyatakan akan siap berkhianat kepada sekolah, haha… *pelamar kerja yang aneh. Awalnya Mr.Pam-pam, kepala sekolah, sudah menyambut baik sebelum akhirnya saya mengatakan kalau saya siap berkhianat kalau diterima di UGM. Wajah kami berdua jadi mumet dan galau, haha
Akhirnya, manusia hanya bisa berusaha. Mengambil setiap kesempatan, namun pada akhirnya Allah tetap yang maha menentukan. Entah nanti di UGM atau tidak, bekerja di Al Abidin atau tidak, bahkan tidak dua-duanya, dunia belum berakhir. Allah sudah menentukan dan menjamin rejeki bagi tiap hambaNya, so.. keep believing, keep trying, dan keep praying ^^.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: