Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Lebih Menegangkan dari El Classico

on June 3, 2012

Apa yang lebih menegangkan dari el classico? Tentunya bukan ujian pendadaran, itu adalah akad nikah. Setidaknya itulah yang dikatakan kakak saya tercinta yang hari ini 18 Mei 2012 resmi menjadi istri dari kakak ipar saya, mas didik karyadi..barakallahufikum

Berhari-hari sebelum hingga mendekati hari H kakak saya bersikap biasa dan katanya sama sekali tidak gugup. Lalu…pada saat hari H keadaan berubah drastic. Kata kakak saya, “ Aku deg-degan banget, rasane meh meledak.” Aha, ternyata kakak saya bisa deg-degan juga.
Kalau saya pribadi, ehem (apa hubungannya ya?) saya sih merasa deg-degan juga? Kenapa? Karena Bapak saya pelupa. Lho? Iya, saya takut bapak saya lupa apa yang harus dikatakan pas ijab nanti. Alhasil malam hari sebelumnya saya buatkan khusus untuk bapak saya lafal ijab dari bismillah hingga tunai. Dan…….BERHASIL. dengan sekali percobaan disambut dengan jawaban dari mas didik dan diakhiri dengan perkataan SAH dari para saksi. HOREEE… akhirnya kakak saya bisa tersenyum juga. Sebelumnya digenggamnya tangan saya hingga ijab qobul selesai. Hmmm…Alhamdulillah…
Pernikahan memang sepantasnya disambut dengan deg-degan karena ini adalah peristiwa penting. Sebuah ucapan yang mungkin hanya beberapa detik tapi merupakan sebuah sumpah suci atas nama Allah swt. Ya… janji suci atas nama Allah swt. Pernikahan membuat sumber dosa menjadi lading pahala, menentramkan hati, memelihara pandangan, dan memperbanyak rejeki. Dan yang jelas, mengikuti sunnah nabi. Pernikahan juga sumber amal jariyah. Melalui pernikahan akan lahir anak-anak sholeh dan sholekhah, tapi itu tentunya kembali pada kedua mempelai , bagaimana menjalani bahtera rumah tangga.
H
mm…jadi pengen cepet nyusul. Eitss… nanti dulu ya, tahun depan deh, amin… dengan siapa?
Wallahu’alam, semoga dia seperti reni yang begitu sabar dan memahami saya, seperti erny yang begitu menginspirasi dan menentramkan, seperti mbak asti yang totalitas dan amanah, seperti dindun yang lurus, seperti ifa yang pekerja keras, seperti sari dan TM yang humoris, seperti ari yang begitu dewasa, dan seperti bu endang yang genius. *aduh, ini sih nuntut namanya, hehe…

Yang jelas, hidup ini kedepan akan berisi masa-masa yang lebih mendebarkan dari el classico, pernikahan hanyalah salah satunya. Lebih dari sekedar mendebarkan,masa-masa itu adalah masa penuh pertanggungjawaban, bukan hanya di hadapan manusia tapi juga dihadapan Allah swt, ini yang terpenting.

Selamat datang anggota keluarga baru kami, mas didik karyadi, semoga bisa menjalani kehidupan yang samara dengan kakak saya, amin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: