Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Road To Ho Chi Minh City

Lagi-lagi ini tentang rencana gila keliling dunia. Ada kesempatan kesana semacam pertukaran pemuda ASEAN yang diselenggarakan oleh ASEAN Youth Frienship Network. Nama acaranya adalah BiSAC (Bilateral Students Leaders Adventure Camp) yang akan diselenggarakan di University of Social and Humanities Ho Chi Minh City, Vietnam.
Awalnya saya dapat info dari link di fb teman, lalu saya buka lah… lumayan kesempatan jadi duta Indonesia (ini adalah salah satu list mimpi saya:menjadi duta indonesia). Siapa tahu ini adalah jalan saya menuju sukses karena setiap orang punya jalan masing-masing. Maka saya menapakinya. Saya deadline kerja saya untuk bisa mendaftar. Singkat cerita aplikasi saya yang berisi essay dan data diri lolos. Alhamdulillah…selanjutnya saya harus membuat video tentang diri saya dan skill saya. Gubrak!!! Syuting….
Bagaimanapun jalan kesuksesan harus ditapaki. Ditengah mumetnya menyiapkan PPAN dan uborampe skripsi saya menyusun strategi jitu untuk membuat video yang mengesankan. Tuing2…saya harus tampil cantik dan mempesona…..hahaha
Apa skill saya? Itulah yang dari dulu saya pertanyakan. Lalu saya memutuskan memakai senjata pamungkas! Pidato bahasa Jawa dan menulis huruf Jawa, cuma itu yang saya bisa 😦 ditambah lagi nge_MC pake bahasa Inggris biar kelihatan keren.
Seperti biasa Reni yang jadi korban dalam setiap kegilaan saya….. Dengan senang hati dia membantu saya, menjadi kamerawati abal-abal, hahaha… Cerita ini cukup berkesan dan membuat saya benar-benar bersyukur mempunyai sahabat yang begitu baik….semoga Allah memudahkan segala urusannya, amin…. Ternyata perpaduan artis abal-abal dan kamerawati abal-abal bisa berhasil juga. Hasilnya….. silakan dilihat disini…
Malamnya, Ari menjadi korban selanjutnya… saya harus segera mengirim video tapi sinyal modem saya payah… alhasil Ari yang punya modem baru harus merelakan modem dan laptopnya saya bajak untuk sementara waktu. Dan….berhasil ter-upload di youtube! Selanjutnya…..tinggal menunggu wawancara…
Hari wawancara yang akan dilaksanakan via skype berjalan tidak sebagaimana mestinya. Lama saya menunggu konfirmasi tentang jatah interview saya…tapi tidak ada balasan. Di tengah kegelisahan menanti saya malah mbolang ke Semarang, ikut seleksi yang lain: Pertukaran Pemuda Antar Negara dan terkena musibah: HP MATI. Bagaimana kalau ada sms tentang jadwal saya? Bagaimana kalau saya didiskualifikasi? Bagaimana saya minta jemput dari depan kampus? Ahhhh…..saya pasrah.
Adzan magrib saya sampai depan kampus dan terpaksa pulang ke kos jalan kaki. Adzan isyak saya sampai di kost dan ternyata benar puluhan sms masuk setelah saya menghidupkan HP, semuanya dari BiSAC dan semuanya tentang jadwal interview saya. PUKUL 14.00 WIB. Astagfirullah… saya sudah melewatkan kesempatan berharga!
Tapi saya tidka putus asa. Teringat Sifa yang telat mengumpulkan berkas mawapres seminggu lamanya tapi masih bisa lolos 16 besar! Saya beranikan diri meng-SMS panitianya dan Alhamdulillah saya diberi kesempatan. Ternyata semua cara memang perlu dicoba!haha
Saya bergegas ke lantai atas yang sinyalnya lebih kuat dan mungkin cukup bagus untuk skype. Eng…ing…eng…lemotnya minta ampun….
Dengan mengharap rahmat Allah yang maha kuasa saya beranikan diri (lebih tepatnya gak tau malu) meng-SMS panitianya dan meminta interview via phone. Dan….dikabulkan! What a miracle! Tapi saya yang menghubungi…
Next, pulsa! Telfon malam-malam pasti mahal, wawancaranya berapa lama ya? Butuh berapa juta ya? Dengan PD saya menelepon dik Vivy,
“Dik, isiin pulsa ya!”
“Berapa mbak?”
(sambil berpikir dan melogika) “lima puluh ribu.” (lalu terpikir: meh dibayar nganggo opo???)
“sip mbak!”
Lalu sesi wawancara pun terlaksana dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dan saya merasa berhasil ‘menjual’ skill dan pengetahuan saya, haha… saya bercerita tentang Vietnam dan mengatakan bahwa saya sudah belajar banyak, padahal…. tepatnya sedikit-sedikit baca….hehe, namanya juga promosi. Pada waktu wawancara saya menjelaskan bahwa Vietnam adalah negara sosialis dengan pedenya. Ternyata…setelah saya buka lagi Vietnam adalah negara KOMUNIS! : (
Saya sudah benar-benar pasrah sekarang, dengan semua kelalaian dan keanehan saya. Semoga hasilnya memuaskan dan….. LOLOS! Amin… Ya Allah I’ve done my best!

Advertisements
Leave a comment »

Lika –liku keliling dunia: membuat paspor Indonesia!

Saya teringat perkataan pak firman ketika saya mengikuti pembekalan studi ke jepang. Beliau berkata, “Yang penting kaki kalian sudah menginjak di jepang dulu. Semuanya tidak sesulit yang kalian bayangkan.”
Inilah yang mengilhami saya membuat paspor. Mau kemana? Belum jelas, yang penting paspor sudah di tangan, jadi kapanpun berangkat insyallah siap! Inilah langkah nyata yang saya ambil untuk mewujudkan mimpi, sepele memang, tapi lebih baik daripada hanya bisa menyimpannya dalam angan-angan.

Untuk membuat paspor Indonesia, kita perlu:
1. Fotokopi akte kelahiran
2. Fotokopi KK
3. Fotokopi KTP
4. Mengisi formulir di dinas imigrasi atau bisa online juga
5. Datang ke dinas imigrasi terdekat.

Disana kita akan diminta membeli map berwarna kuning untuk pengumpulan berkas dan sebuah sampul kecil berwarna hijau untuk tempat paspor. Lalu mengantri untuk mengumpulkan berkas. Setelah itu kita bisa kembali ke dinas imigrasi 7 hari setelahnya untuk sidik jari dan foto. Dan paspor pun jadi. Dengan 255ribu kita sudah punya paspor 48 halaman.

Leave a comment »

Detik-Detik Proklamasi (Kelulusan)

Walaupun Tutik dan Dinda sudah mengatakan bahwa tidak ada yang menyeramkan dalam ujian skripsi, saya masih saja khawatir. Sebenarnya saya merasa tidak yakin dengan penelitian saya, terlalu banyak kekurangan. Terlebih lagi saya dibimbing dua dosen senior dengan title luar negeri, apa jadinya kalau saya memalukan???

Mulai hari jum’at saya mengawali pertapaan. Membuka lembar demi lembar skripsi, memeriksa huruf demi huruf, dan memahami konsep demi konsep. Ya, memang saya merasa yakin, tapi di sela-sela saya bertapa di kamar, saya yakin ada orang-orang yang kecewa dengan keputusan saya terlalu menganggap serius ujian skripsi. Ya, saya ijin di beberapa undangan untuk ujian skripsi ini. Saya masih merasa bersalah sampai sekarang. Semoga Allah memaafkan saya.

Malam sebelum pertempuran tiba. Saya meminta dua sahabat saya, Reni dan Ari untuk melihat saya berlatih. Dan, saya mendapat banyak sekali masukan untuk perbaikan penampilan saya esok hari. Mereka juga membantu saya mengemas semua persiapan, mengecek semua kelengkapan *padahal mereka juga punya perkerjaan sendiri dengan skripsinya, terima kasih ya…Allah yang akan membalas*

Hingga hari H pun tiba, pukul 13.00 saya kan disidang. Namun, Bu ending (kaprodi) belum juga konfirmasi. Ternyata putra bu endang opname di rumah sakit, apakah bu endang tidak akan datang? Bukan itu yang harus saya pikirkan. Saya mengecek kelengkapan lagi, dan KWITANSI IOM SAYA HILANG!

Kenapa selalu saja ada hal-hal tidak terduga di saat-saat penting. Bisa-bisa saya tidak bisa ikut ujian. Keteledoran saya benar-benar parah. Tapi seperti biasa saya tidak bisa panik, justru reni yang agak panic dengan keadaan ini. Ya sudahlah, saya hanya berpikir, “yaudah, ayo ke kantor polisi. Minta surat keterangan hilang, aman kan…”. Reni hanya tersenyum dan dengan senang hati menemani saya melakukan hal-hal gila. Jadilah waktu itu H-2 jam, kami baru membeli snack, ke kantor polisi pula. Dan ternyata pak polisinya tidak mau memberikan surat! Hmm..yasudah. lalu bagaimana?
Saya belum sarapan, lalu saya ajak reni membeli makan dulu…*agak aneh memang dikondisi seperti ini* tapi saya benar-benar belum sarapan dari pagi. Usia sarapan menjelang sholat dhuhur, saya meluncur ke gedung F berharap Bu Tinem punya jurus jitu. Dan benar, saya cuma bilang kwitansi iom saya hilang, lalu set…set…set…jadilah kuitansi yang baru…taarrraaaaa…..! selesai.

Waktu semakin dekat dan bu ending pun mengkonfirmasi tidak dapat hadir, baiklah saya akan disidang 3 dosen senior saja. Tapi….sms dari dinda,
“Tin, gowo’o olor dewe, olor’e LSP kobong.”
Ya, baiklah. Akhirnya Ari yang kena akibatnya… *mengambilkan olor di kos, mengantar 2 tas buku referensi pula.
Kami pun memasuki ruang siding, memasang peralatan dan………..laptop saya gak bisa konek sama LCD.
Ya, baiklah. “ren, pake laptop kamu ya!”
“aku ra gowo charger.”
“yo dijupuk sik no..”
Seperti biasa reni hanya bisa tersenyum keheranan…
Urusan laptop selesai, dan HIPERLINK gak berfungsi!

Ya, baiklah, walo sudah dibuat susah-susah ya sudahlah terpaksa gak dipake, hehe… sudah tidak ada waktu ngutak-atik presentasi, saatnya bertempur.

Saya sedang bercanda dengan Dinda ketika mr.gunarso dan mr.asrori memasuki ruangan dengan wajah ceria. Alhamdulillah, firasat saya sangat baik. Tidak lama berselang, mr.martono datang dengann wajah sedikit menguderestimate, inilah dari kemarin yang saya takutkan… baiklah SHOW MUST GO ON.

Saya menyampaikan presentasi dengan sangat lancar, hehe
Ujian pertama, dari mr.gunarso, bisa saya jawab dengan cukup lancer kecuali bagian akhir-akhirnya
Ujian kedua, mr.martono, semua kelemahan saya dikorek, dan saya tidak bisa berkutik, kekhawatiran saya terwujud sudah, tapi Alhamdulillah sesi mr.martono pun berakhir dengan sebuah pertanyaan yang diawali, “My last question is…..”
Ujian ketiga dari mr.asrori, nyaris saya tidak menemukan kesulitan, dan pertanyaan yang saya tunggu-tunggu dan saya duga pun ditanyakan, mengenai moto saya,
MAN JADDA WAJADA!
Jadi bagaimana nasib saya?
Masih menggantung sampai bertemu dengan bu ending untuk ujian 4 mata.

Terima kasih untuk sahabat-sahabat terbaikku yang mendampingi prosesi bahagia ini dengan SABAR. Semoga Allah membalas dan saya bisa berbuat yang lebih baik, amin…
Last question from reni,
“Atin, mau minta dikado apa wisuda nanti?”
“You have given me all the things ren.”
*&&!%%$!#!^%!&@!(@*!)(*&#&#^%&

Leave a comment »

BANGKOK, I’M COMING!

Atin mau ke Bangkok? Insyallah. Mimpi saya keliling dunia belum pudar. Akhir-akhir ini saya malah kurang berminat melanjutkan studi di luar negeri, tapi saya bisa keliling dunia. Ternyata banyak peluang dan banyak kemungkinan asalkan kita membuka mata dan bersedia bekerja keras.

Yah, bisa jadi tujuan pertama saya adalah Thailand, lebih tepatnya di Bangkok. Sebuah kampus terbaik di Thailand, Chulalongkorn University namanya, agak aneh memang, bagaimanapun itu adalah lambang supremasi pendidikan tinggi di sana.

Apa yang akan saya lakukan? Ikut konferensi pendidikan internasional insyallah bulan Juli nanti. Ya memang semua baru rencana, tapi saya sudah menapakinya.

*awalnya saya ingin berangkat bulan September di Asia Pasific Model United Nation di Asian Institute of Technology, Thailand. Tapi saya tergoda dengan rayuan mia untuk berangkat bulan Juli mengikuti CESA. Agak berbeda memang misinya, tapi semuanya bagus. Kalau ada kesempatan saya mau berangkat lagi bulan September nanti, hehe…. Awalnya mereka Cuma bertigam tapi nampaknya mereka membutuhkan tetua, dan sayalah yang terpilih,,,

Minggu, 25 Maret 2012. Di warung jus depan kos mia, kami (saya, mia, dan ari) rapat tentang rencana perjalanan kami beberapa bulan kedepan. Apa yang kami rencanakan? Pembuatan proposal, ngelist donator dan sponsor, sampai bahas kurs dolar. Maklum program ini gak gratis, tapi kami optimis dapat sponsor, amin…

Kami disana akan bertemu dengan para professor kelas internasional dan berdiskusi dengan mereka, tentunya insyallah dapat mengupgrade pengetahuan kami tentang pendidikan dimata internasional. Bismillah…semoga Allah melancarkan jalan kami…

Memang belum ada yang pasti, tapi kami memulainya dengan sesuatu yang pasti. Kami benar-benar melakukan registrasi dan merencanakan rencana perjalanan kami disana. Memang tiket penerbangan belum terpesan, peta Bangkok belum di download, berapa kurs bath juga kami belum tahu, dan apa ya nama bandara di Bangkok? Dan mimpi menginjakkan kaki di luar negeri kini semakin dekat, semoga ini bermanfaat. Pesan teman-teman tercinta saya:

“Selalu masukkan Allah dan dakwah di belahan dunia manapun yang kamu singgahi. Tak peduli kamu berada dimana, asma Allah dan Islam harus ditegakkan”

Insyallah, semangat dari mereka membuat saya semakin semangat pula. Bahwa tidak ada mimpi yang tidak mungkin bila benar-benar diusahakan.

 

1 Comment »