Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

DORAEMON

on March 17, 2012

Ini adalah film kartun asal jepang yang menjadi favorit saya sejak kecil. Entah sejak kelas berapa SD. Sampai sekarang pun saya masih sangat mengidolakan film kartun ini, hehe. Setiap minggu pagi menu sarapannya adalah DORAEMON.

Kenapa saya suka dengan kartun ini? Alasannya karena kartun ini selalu fresh dan kreatif (pasti yang menciptakan kartun ini sangat kreatif dan mungkin saja gila karena saking kreatifnya, hehe). Bayangkan saja setiap minggu selalu ada alat baru yang diciptakan untuk membantu nobita.

Kalau dihitung-hitung entah sudah berapa macam alat yang diciptakan sejak puluhan tahun yang lalu. Sangat kreatif. Apa saja bisa menjadi inspirasi, ya memang dunia ini semuanya inspirasi.

Doraemon juga sarat makna. Seberat apapun cobaan yang dialami nobita pasti bisa diselesaikan oleh doraemon. Ini berarti selalu ada jalan dari setiap permasalahan yang kita hadapi. Masalah apapun itu pasti bisa diselesaikan dengan sedikit kreatifitas tidak harus memikirkan satu jalan keluar, karena bisa jadi ada banyak jalan yang lebih mudah dan lebih praktis. Nilai yang lain adalah persahabatan. Ada doraemon, nobita, suneo, sizuka, dan giant. Mungkin suneo dan giant selalu mengganggu nobita dan membuat masalah, tapi sebenarnya mereka adalah sahabat.
Selalu menolong dan peduli satu sama lain. Makanya yang namanya sahabat boleh juga kadang marahan atau saling iri, tapi jangan sampai merusak persahabatan itu sendiri. Nobita juga bisa mengajarkan kita sesuatu: jangan malas! Tapi kalau nobita gak males, ntar doraemon gak ada kerjaan ding ya…. Yasudahlah berarti semuanya saling melengkapi, hehe

Kadang juga doraemon membuat saya malas. Kalau lagi malas cuci piring, terbayangkan menciptakan “alat pencuci piring….” atau kalau lagi males nyapu jadi kebanyang pengen buat “penyapu otomatis…”. Kalau pusing mau ujian, andaikan ada “alat penghafal materi kuliah…”. Bahkan kalau lagi males turun buat wudhu, sempat terlintas “mesin pewudhu….”. Hmm. Pasti hidup ini akan indah. Eh, ralat. Waduuuuhh……itu sih namanya manja,kalau semuanya dikerjakan oleh robot maka manusia akan mati. Ya, karena dia tidak memelukan apa-apa, hanya tinggal diam dan semuanya tersedia, terlaksana maka disitulah manusia akan mati.

Tapi semua ide gila itu bisa jadi terwujud suatu saat nanti. Kan semua penemuan dulu juga diawali oleh ide-ide gila penemunya, lalu mereka mewujudkannya.

Pengen punya pintu kemana saja dan baling-baling bambu. Tapi… itu benar-benar mimpi, hehe… tapi esensi dari alat itu bisa kita wujudkan dengan cara yang lain. Bagaimana caranya? Dengan menjadi cendekiawan, dengan menjadi pengusaha, dengan menjadi pejabat, dengan menjadi atlet, dengan menjadi orang kaya, dan yang penting dengan menjadi pemimpi, hehe…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: