Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

ADA YANG HILANG!

on March 17, 2012

Aku, sekarang sudah 21 tahun usiaku. Sudah hampir lulus S1. Mungkin bagi banyak orang ini adalah sebuah prestasi. Mereka bilang aku hebat ditengah kesibukan bisa lulus cepat. Mereka yang mengatakan begitu mungkin tidak mengerti bahwa yang aku lakukan hanyalah kesibukan kecil yang masih membuatku bisa mengerjakan skripsi tepat waktu. Aku tak cukup lelah sehingga aku bisa mengolah data dan merangkai laporan skripsiku. Sekarang aku sudah diujung pintu hendak keluar dari keluarga mahasiswa S1. Sore ini aku bertemu dengan seorang kawan satu angkatan,

“Mau kemana?”
“Ke Pintu Community.”
“Itu apa?”
“………….*dijelaskanlah mengenai Pintu Community, sejenis komunitas pemuda yang bergerak dibidang sosial*……..”
“Wah, bagus ya….”

Saat itu hatiku hancur. Aku tidak punya komunitas atau apapun yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain, banyak orang. Kenapa aku yang sudah 21 tahun belum menginisiasi hal itu, membawa kemanfaatan bagi banyak orang seperti yang diisyaratkan Nabi sebagai sebaik-baik manusia. Lalu apa yang sudah aku lakukan? Pertanyaan ini membuatku remuk. Aku belum melakukan apapun di 21 tahun ku ini. Aku belum membuat jejak yang pantas diikuti, aku belum membuat sejarah yang pantas dikenang. Aku belum berbuat apa-apa…

Aku selama ini hanya sibuk memikirkan diriku sendiri, bahkan tidak memikirkan apapun. Kuliah bolos biasa, tidak belajar waktu akan ujian pun sudah jadi makanan sehari-hari. Astagfirullah, kalaupun aku punya mimpi, maka itu adalah semuanya obsesi pribadi dan mimpi-mimpi yang aku rajut untuk kemuliaanku sendiri. Kalaupun aku berdalih ingin menginspirasi orang lain, mungkin itu bohong. Aku tidak perlu menunggu mewujudkan mimpiku satu per satu untuk bisa menginspirasi banyak orang. Mungkin benar, IPK bagus, pernah lolos PKM dikti, membuat banyak kegiatan, karya tulis itu bisa dianggap keberhasilan, maka itu adalah keberhasilan yang egois dan tidak pantas dibanggakan. Bukannya aku tidak bersyukur, justru aku merasa belum bersyukur sama sekali. Banyak orang berusia 21 tahun yang sudah mengukir jejak indah dalam hidupnya, sementara aku masih bingung hendak membuat jejak seperti apa, ke arah mana. Aku sibuk mencari apa yang bisa membuat aku bangga dan bahagia, sementara disekitarku bertebaran sumber kebahagiaan dan kebanggaan.

Aku 21 tahun, dan aku merasa ada yang hilang, seharusnya aku sudah mempunyai karya, membuat jejak, dan mengukir sejarah. Sekarang aku paham kenapa kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika menjadi sumber kebahagiaan orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: