Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Merangkai Kisah yang Terserak

on March 5, 2012

# Ayah Muhammad Al Fatih, seorang raja yang tengah galau karena negerinay dirundung masalah yang tidak kunjung usai. Sang raja memutuskan untuk menyendiri ke tempat yang jauh dan memberikan tampuk kekuasaan kepada putranya yang masih belia, Muhammad Al Fatih. Lalu apa yang dikatakan Al Fatih pad ayahnya?
“Ayah, sebenarnya siapakah yang menjadi raja di negeri ini, bila ayah rajanya maka tidak sepantasnya seorang raja meninggalkan rakyatnya dalam keadaan susah, maka kembalilah. Bila aku rajanya maka aku perintahkan ayah untuk pulang sekarang.”
#Pada saat penaklukan konstatinopel oleh pasukan yang dipimpin oleh Muhammad Al faith, waktu itu jalan menuju Konstantinopel telah ditutup dan untuk mampu menembus benteng Konstantinopel beliau mempunyai strategi untuk melewati jalur bukit. Ya…. Dengan pasukan angkatan laut namun harus melewati perbukit. Apa yang dilakukan? Mengangkat semua kapal melewati bukit dengan kayu-kayu yang diberi minyak. Menyeberangkan ratusan perahu hanya dalam semalam. Memang konon katanya pasukan Muhammad al faith adalah sebaik-baik pasukan yang dipimpin oleh sebaik-baik pemimpin. Waktu itu semuanya ragu dengan strategi ini, namun karena kepatuhan pada pemimpin, para pasukan sami’na waatho’na. Dan benar, strategi itu mampu mengantarkan pasukan Islam menaklukkan benteng konstantinopel, apa kata Muhammad Al Fatih waktu itu?
“Seandainya jenggotku ini tahu strategi ini, maka akan aku potong.”
#Pada sebuah forum, ustad membukanya dengan
“Sesungguhnya bukan kekuatan materi yang membawa kita pada kemenangan, tapi kekuatan iman dan azzam kita.”
Lalu, sang ustad menyuruh semua ikhwah yang ada di forum itu untuk mengeluarkan dompetnya, dan…. ternyata keuangan ikhwah sebenarnya bisa dibilang mengenaskan, tapi tetap saja saya melihat ini tidak pernah menjadi penghalang, semangat!
#Hari ini dijendela kaca Prodi Bahasa Inggris tertulis,
“English Education Students are Students with HIGH MORALITY that will not do IMMORAL and EMBARRASING act such as PEEKING.”
Jleb, jleb, jleb. Sabar mom…. Siapapun yang membuat tulisan tersebut saya mohon maaf, semoga kami bisa menemukan cara yang lebih bermoral dan tidak memalukan, dan semoga ada fasilitasnya, hehe…. Memang membuat perubahan itu tidak mudah, tapi tidak bisa juga terlalu dipaksakan. Tetap I LOVE MY LECTURERS.
#Firasat saya akhir-akhir ini kuat,
Pertama, pagi hari saya punya firasat aka nada orang tau ayah saya yang meninggal, dan ternyata benar sorenya kabar itu datang dari Rembang,
Kedua, saya merasa ada indikasi rapat hari ini akan dibatalkan atau setidaknya tidak sukses, dan ternyata benar dengan berbagai alasan saya harus menelan kekecewaan
Ketiga, saya merasa yakin skripsi saya akan diterima, dan ternyata benar, kata-kata itu akhirnya terdengar, “Ya, kamu sudah siap ujian skripsi.”
Keempat, saya ada firasat, mawapres tahun ini bukan dari prodi saya lagi, tapi dari pendidikan fisika, dna ternyata benar…. Kalis harus mengakui keunggulan Siti meski hanya sedikit sekali selisihnya.
Ada apa dengan firasat? Adakah ini sebuah pola komunikasi Allah pada hambaNya atau apa… saya tidak tahu, yang jelas… untuk setiap firasat baik akan selalu saya jaga, untuk firasat buruk… berlindung pada Allah adalah jalan terbaik, insyaAllah..
#obrolan tentang Uprix dan Revalina…
Bj: servis si uprix habis 270 padahal cuma bawa duit 150. Terpaksa bobol ATM dan ninggal barang jaminan
Atin: dasar si uprix ngabisin uang mulu. Kayak revalina dong gak pernah nganeh-nganeh.
Bj: yo iyolah, kan sing mikir bapakmu, kw mah cuma ngerti ngrusakke
&&%%###%^
#”tertohok melihat acara face2face di metro, Kalmuller seorang ekspatriat yang berusaha membangun kembali dan menjaga budaya di Papua. Dia akhir wawancara dia mengatakan, ketika orang indo punya uang mereka akan berlibur ke BALI. Its okay masih di Indo. Lebih banyak lagi uang yang dimiliki mereka akan ke Singapore, Eropa, atau USA. Toraja dan Papua tidak pernah terlihat padahal banyak perbedaan yang bisa diperlajari. Kenali negerimu dulu jika kau ingin membangunnya. Jangan anak tirikan mereka jika masih ingin mereka jadi bagian Indonesia. Mereka belajar tentang Indonesia (Sumatea, Jawa, Kalimantan) tapi apakah indo people sudah benar2 belajar dan mengerti tentang mereka?
“Kenali negerimu dulu jika kau ingin membangunnya”
Rasanya saya lebih terkagum-kagum dengan negara-negara di Eropa dan Amerika, astagfirullah, saya punya yang lebih indah… dan itu bernama INDONESIA.
#Saya ingin pergi ke Oxford, Cambridge, Yale, Jerman, Jepang, Thailand, Australia…. Lalu ada kawan yang bertanya…
“Lha, Mekahnya mana?”
Lalu saya melihat lagi gambar-gambar dikamar saya dan proposal hidup saya. Astagfirullah, ke baitullah bukanlah impian utama saya, bahkan dikamar saya tidak ada gambar baitullahnya. Semua tentang Asia Timur, Eropa, Australia, dan Amerika (bahkan tidak ada Indonesianya). Efek kuliah di jurusan Bahasa Inggris ni, semua yang dibahas budaya, bahasa, dan cara berpikir ala Eropa, Australia, dan Amerika. Astagfirullah, mungkin inilah sumber kegagalan demi kegagalan saya karena saya tidak berangkat dari kecintaan pada Allah ditempat pertama. Astagfirullah….
#Setahun lamanya kami saling curiga dan mengganggap diri paling benar dan yang lain salah. Lepas dari itu semua saya bangga punya teman seperti dia. Tidak terbayang setiap hari dia naik sepeda dari rumahnya di Boyolali, menuju kampusnya di pabelan, dan ngantor di Kentingan. Tidak jarang dia pulang malam dan jalanan kerumahnya banjir, ketemu ular di jalan, dan sebagainya. Dia adalah pekerja keras, meski bagi kami sulit memahami dia, memahami cara berpikirnya yang jauh kedepan dan menganilisis setiap kemungkinan dengan jeli. Diluar semua kejengkelan ini saya kagum dengan kerelaannya ada diantara kami yang banyak kekurangan, kerja kerasnya mengalahkan kemalasan dan rasa lelah, kesabarannya ditolak oleh kami, ketajaman analisisnya, dan ketabahannya menjalani hidup.
Dia menyukai lagu Mocca yang bercerita mengenai kerinduan anak pada orang tuanya. Liriknya diakhiri dengan,
“Apabila ini hanya sebuah mimpi, ku selalu berharap takkan pernah terbangun…”
Lagu yang indah, tapi menjadi menyayat kalau kami mendengarkannya bersama dia…. Salah satu update statusnya di facebook..
“Bahkan sudah sedekat inipun, aku belum bisa menemuimu (ibu)”
#Kemarin dapat sms,
.navita socio: Aq ini sdg GR di audit lho….
.atin eng: Jangan katakana itu! Menyakitkan…
Lalu, bertemu dengan .ardi ind, “ Asem… navita sesuk wisuda!”
Ya, satu dari pasukan PPL SMANSA SOLO akan segera meninggalkan kampus ini dengan kebanggan. Wuaaaa….kenapa bukan saya ya? Jawabannya singkat, karena saya tidak berusaha maksimal saat navita mengerahkan semua kemampuannya jadi ya adil lah kalau navita lulus duluan. Bagaimanapun…SELAMAT ya NAVITA sayaaaaaang…. 
Hari ini dapat sms,
.navita socio :Kawan-kawan tersayangku, mengharap kedatangan kalian sebagai bingkai senyumku dalam agenda bersejarah Selebrasi Wisuda yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2012 pukul 11.30 @auditorium UNS. Hantarkanku untuk menuju gerbang UNS, karna aku harus keluar dengan mengantongi senyum dan harap kalian sebagai bekal mengemban amanah pertiwi sebagai pendidik. Yang berbahagia, Navita Hani R.
.atin eng: Aq datangnya sebelum prosesi ya jeng…SELAMAT ya NAVITA sayaaaaaang…
Saya tidak boleh bersedih, besok akan saya akan datang sengan senyum terindah, mengantar sahabat saya menuju kehidupan yang baru dengan title S.Pd. Ini bukan sembarang title, dipundaknya tersemat harapan Indonesia. Semoga saya segera menyusul, amin….
Dulunya navita dapet pamong yang GALAK banget, sampai sudah jadi hal biasa kalau navita nangis2 setelah ngadep guru pamongnya. Namun, navita memang luar biasa, kekecewaan dan sakit hatinya dilampiaskan dengan mengerjakan skripsi. Apa motivasinya?
“Biar aku segera ngajar disini (SMA 1 Solo) sama BU MARTANTI.”
Navita, perempuan yang CANTIK luar dalam, semuanya suka padanya, dia sederhana namun luar biasa. Terima kasih ya Allah memberiku kesempatan mengenal, melewati hari-hari indah dan menyedihkan juga menjalin persahabtan dengannya, meski sebentar…aku banyak belajar dari dia. Semoga dia menjadi guru yang hebat kelak, aku juga. Amin….

Advertisements

One response to “Merangkai Kisah yang Terserak

  1. Navita Hani says:

    :’) aku baru menemukan tulisan ini. terimakasih… kawan. tak ku sangka begitu dalam kau memperhatikan langkah liku ku. kini kita telah berada dalam apa yang kau sangkakan dulu. kitapun telah menjadi guru sesungguhnya. meski sejarang masih belum terulang, meski kita tak berada dalam atap yang sama dalam hal pengabdian. meski tidak di SMANSA, kelak kita akan bertemu dengan sepotong cerita tentang kesuksesan kita masing- masing. kau adalah bunga Lotus ku.. karna Lotus akan tetap mampu bertahan hidup meski di tempat berlumpur…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: