Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

MENDUKUNG MAWAPRES

on March 5, 2012

Masa-masa perebutan gelar bergengsi ‘Mahasiswa Berprestasi’ telah dimulai. Gendering perang pun ditabuh antar jurusan. Di fakultas saya ada 6 jurusan, P.IPS, P.MIPA, P.TK, P.IP, dan P.BS (yang terakhir ini jurusan saya tercinta, tempat berdiamnya Prodi penghuni kasta tertinggi di FKIP, Pendidikan Bahasa Inggris (karena gedungnya paling tinggi se-FKIP, hehe). Tahun ini adalah masanya 2009, ya adik-adik tingkat berlaga.
Lalu, apa hubungannya dengan saya? Saya kan 2008, sudah bukan masanya lagi, hehe… Bagi saya perebutan gelar mawapres selalu menarik perhatian. Memang saya sudah tidak menjadi peserta kompetisi ini tapi saya tetap ikut ‘bermain’. Bagaimana caranya? Menyiapkan para calon mawapres. Saya ‘kompor-kompori’ adik-adik saya di lembaga untuk bertanding (soalnya udah gak ada kuliah jadi ya mencari kesibukan, hehe). Tapi lebih dari itu, mungkin masih ada sisa-sisa kekecewaan terhadap kegagalan saya tahun kemarin (curhat), bukan kecewa karena kalahnya, tapi karena saya tidak mempunyai kesempatan untuk menunjukkan apa yang saya punya dan saya bisa. Hanya jadi penonton. Maka saya bertekad adik-adik saya harus mendapatkan pengalaman yang tidak saya dapatkan. Maka jadilah saya mengompor-ngompori mereka untuk ikut. Menang atau kalah yang penting mereka pernah merasakan atmosfer kompetisi mahasiswa berprestasi, hanya 6 orang diantara 8000an mahasiswa FKIP.
Mulailah saya merayu dik hendrik untuk ikut. Dia adalah ketua HMJ POK, dan ternyata dia bersemangat. Langsung saya follow up-i terus dengan mengikuti perkembangan persiapannya, mulai dari cv, karya tulis, sampai latihan bahasa inggris bareng sehari menjelang hari H. Lalu mengompori dik siti, dik deni untuk semangat berjuang. Sampai suatu ketika ternyata mawapres PTK tidak jatuh ke tangan Deni, kecewa. Tapi tidak berarti kami menyerah, kami selidiki juara 1 nya dan ternyata ada beberaoa hal yang memberatkan dia untuk lanjut ke babak selanjutnya, lalu entah bagaimana deni yang menjadi mawapres PTK, lega. Lalu bagaimana dengan P.IP? Saya dan Dimas sudah menggadnag-gadang 1 nama, Jumiatmoko, tapi…. ternyata takdir berkata lain, baiklah. Kebetulan 3 dari 6 finalis adalah adik-adik saya di BEM maupun di LSP, dan jauh-jauh hari saya sudah menanyakan,
“Dik, butuh bantuan apa?”
“Dik, sertifikat kegiatan apa yang belum dikasih?”
“Apa yang kurang?”
Mungkin agak aneh, gak ada urusan apa-apa tapi semangat banget menawarkan bantuan. Mungkin ini terlalu baik atau bahkan terlalu bodoh karena saya punya banyak hal lain untuk dilakukan. Entahlah, waktu itu saya hanya berpikir bagaimana bisa membantu mereka untuk bisa mempersembahkan yang terbaik, itu saja. Jadi, intinya saya tidak memihak pada satu orang, saya ingin melayani semua, melayani orang-orang yang sedang mewujudkan mimpinya, dan ternyata ini menyenangkan, sangat menyenangkan!
Akhirnya terpilihlah mahasiswa-mahasiswa terbaik FKIP angkatan 2008:
1. Siti Nurrohmah /P. Fisika
2. Kalis Mardi Asih /P. B. Inggris
3. Faqih Fauzan /P. Geografi
4. Deni Andriyansyah /P. Teknik Mesin
5. Hendrik Priyo U. /Penkepor
6. Rani Dewi P. /P. Luar Biasa
Yah, dengan begini Siti akan melancong ke Malaysia dan Thailand, tapi saya tidak iri sama sekali (berbeda dengan tahun kemarin, hehe), entah kenapa…
*Setiap orang berhak mencoba dan mengaktualisasikan dirinya dan tugas seorang guru adalah memfasilitasi proses aktualisasi ini*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: