Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Menjadi Pelayan bagi Mereka yang Sedang Belajar

on February 27, 2012

Bagi sebagian teman (mungkin juga semuanya…) saya adalah orang yang paling menyebalkan. Saya perfeksionis dan ingin semua berjalan baik tanpa banyak pertanyaan. Semua kondisi yang ideal lah. Sementara itu saya bukan orang yang pandai menjelaskan dan sabar dalam memberikan penjelasan. Mungkin ini akibat saya sering belajar otodidak dan “menuntut” semua orang pun harus bisa belajar otodidak ( kasarannya….usaha dong!aku dulu juga belajar sendiri). Astagfirullah, saya sering mendholimi mereka… (membela diri: tapi emang seharusnya kita sudah bisa belajar sendiri tanpa harus banyak bertanya…)
Kisah 1.
*mbak, tempat X ini daerah mana?
# o, daerah Y.
*terus dari Y kemana?
#ke kanan, terus ada perempatan belok kiri
*waduh, kalo gak ketemu?
#ya tanya,,,,bisa tanya kan!

Kisah 2.
*mbak, bikin proposal ini gimana?
#udah ada contohnya kan, tinggal ngedit aja
*lah…nanti kalau salah gimana?
#dicoba dulu
*ntar salah mbak..
#kalau belum dicoba gimana tau salah benernya

Kisah 3.
*ketemu jam berapa?
#jam 19.30 tet. Telat tak tinggal.

Kisah 4.
*mbak, punya panduan ini?
#punya
*bisa minta?
#iya, tapi lagi dirumah ini gak ada modem… buka aja alamat A klik B download C.

Kisah 5.
#gimana dik perkembangannya?
*belum mbak…

_____selang beberapa hari____

#gimana?
*belum e mbak.. aku bingung

____selang beberapa hari____

#ini dik, udah jadi. Tinggal tanda tangan.

Kisah 6.
*mbak, aku gak punya link ketua ESA nya univ D, gak usah kesana aja ya
#kamu punya cp mahasiswa univ E, nah kamu hubungi itu temen kamu di univ E. minta no,nya mahasiwa univ D. kalo udah kamu hubungi, minta no.nya akan jurusan bahasa inggris di univ D. dari situ kamu tanya aja ketua ESA nya siapa.
*o… iya ding mbak…
#asline kalian ki males repot

Saya memang lemah dalam hal melayani orang yang tengah berproses. Saya selalu menginginkan sesuatu yang ideal. Itulah yang membuat teman-teman saya banyak complain, tapi sedikit dari mereka cukup menyukai cara saya ini (tapi tetep aja banyak yang gak suka ding)… tapi saya juga belajar menghargai proses itu. Walau…dalam hati seakan ingin mengambil alih semua, tapi saya harus menahan diri karena setiap orang berhak belajar. Pasti ketika saya sedang berproses banyak juga orang yang khawatir dan tidak percaya tapi nyatanya mereka membiarkan saya berproses. Hingga sekarang pun saya masih berproses dan melakukan banyak kesalahan dan saya yakin saat ini ada juga orang-orang yang sedang melayani proses belajar saya. Sekarang saatnya saya menjadi pelayan bagi orang lain yang sedang berproses juga dengan memperlakukan mereka sebagaimana layaknya. Kita tidak bisa memaksakan karakter setiap orang. Tapi jangan juga kita lantas memanjakan, justru kita harus membuat orang lain mandiri. Sayangnya jarak keduanya sangat tipis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: