Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Kekuatan I.R.I

on February 20, 2012

Pertama kali mendengar kata iri itu adalah kata yang tidak baik, sifat yang tercela. Tapi tunggu dulu, Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Maka iri mempunyai dua sisi, baik dan buruk.

Menurut saya iri itu penting. Akan berbahaya kalau orang-orang tidak merasakan iri sama sekali. Orang-orang tua sering mengatakan bahwa “Iri itu boleh, dalam hal ilmu bukan dalam hal harta.”

Bukan masalah dalam hal apa itu baik atau buruk, namun apa yang kita lakukan terhadap ke-iri-an itu. Katakanlah kita iri dengan teman yang lebih pandai. Seharusnya tidak sampai disitu, yang terpenting adalah kalau sudah iri kita mau apa? Kalau kita hanya diam dan tidak berbuat apa-apa untuk menjadi sepandai orang tersebut, maka nonsense. Mari memelihara sifat iri dan menjadikannya tenaga untuk menjadi lebih baik. Jangan sampai hati ini menjadi lelah dengan merasa iri dan terus bertambah sakit karena ternyata kita hanya bisa meng-iri-kannya tanpa berbuat apa-apa untuk menjadikan kita lebih bak pula… Iri dalam hal harta, menurut saya baik juga. Karena dengan begitu berarti kita mempunyai keinginan dan harapan untuk sukses. Selanjutnya apakah kita akan bergerak nantinya untuk menjadi kaya? Mari menggunakan iri sebagai motor penggeraknya… Ingat, dapatkan semua dengan cara yang terhormat ya. Bukanlah orang yang pantas dihargai yang menganggak dirinya dengan menjelekkan orang lain atau merugikan orang lain.

Iri dalam hal kecantikan atau kegantengan. Haduh… ini sensitif. Hm… mari memulainya dengan tujuan kita hidup di dunia ini. Kecantikan adalah rahmat yang harus disyukuri dengan cara yang baik. Bagaimana caranya? Dengan menjaganya dan menjadikannya sebagai sarana kita beramal. Wajah yang cantik dan rupawan memang seringkali menarik perhatian dan kecintaan dari banyak orang.

“Enak ya dia banyak yang suka. Kalo aku masih jomblo-jomblo aja… kasihan ya…”

Hehe, lucu. Sejak kapan jomblo menjadi hal yang pantas dikasihani. Justru jomblo adalah sebuah harga diri (bagi saya).

“Kenapa gak ada yang suka sama aku ya?”

Siapa bilang? Teman-teman disekitar kita dianggap apa selama ini. Kenapa kita jadi menyempitkan arti suka, cinta, dari lawan jenis. Padahal kita selalu punya banyak cinta disekitar kita. Merekalah yang lebih pantas kita hormati dan cintai pula.

Berhenti meng-underestimate diri sendiri. Wajah pas-pasan dan jelek sekalipun adalah rahmat dari Allah. Kalau kita cantik malah nanti bingung karena banyak yang suka. Pernahkah kita tahu bagaimanakah perasaan mereka yang cantik/ cakep dan disukai banyak orang? Apakah mereka nyaman dengan hal ini? Maka mari mensyukuri apapun yang kita punya. Wajah cantik rupawan itu nomor sekian (dalam aturan menikah lho ya…). Yang terpenting adalah agamanya. Bila kita saat ini menjadi orang yang tidak menilai orang lain dari fisiknya, maka kita pun akan dicintai dia yang juga tidak melihat seseorang secara sempit dari wajahnya. Bagi saya, seserang itu baik dilihat dari agamanya, akhlaknya, dan kepandaiannya. Kebaikan ilahi akan senantiasa terpancar walau wajahnya pas-pasan. Maka jangan sedih. Hidupkanlah cahaya Allah, maka hanya orang-orang yang mengerti cahaya ilahi pula yang akan melihatnya.

Saya iri pada teman saya yang hafalannya banyak dan kuat padahal amanahnya lebih banyak dan lebih berat dari saya (jadi, kemana saja ya saya selama ini), maka saya harus berusaha untuk bisa seperti itu…

Saya iri apda teman saya yang binaannya banyak dan patuh. Padahal kami dibesarkan dalam lingkungan yang sama (jadi, kemana saja ilmu yang saya pelajari selama ini), maka saya harus mulai memperbaiki diri untuk bisa menjadi sebaik dia dalam membina dan berdakwah…

Saya iri apda teman saya yang sudah mandiri secara financial padahal kami masih sama-sama kuliah, (hmm…kenapa saya belum juga memulai bisnis ya), maka saya harus segera mencari cara untuk bisa mandiri secara finansila juga…

Saya iri pada teman saya yang lebih paham terhadap materi kuliah, padahal kami diajar oleh dosen yang sama dan materi yang sama (lalu apa saja ya yang masuk ke otak saya selama ini), maka harus belajar lebih giat lagi…

Iri itu penting dan berpotensi membuat kita lebih baik jika kita bisa memanfaatkannya secara benar. Irilah, dan milikilah harapan yang lebih baik bagi kehidupan kita yang (sudah sepantasanya) mulia ini…

Jadi, kita harus iri dengan hal-hal baik dan kita harus segera menjawab rasa iri tersebut dengan berusaha meraih apa yang kita irikan. Hal-hal sepele yang belum tentu semakin membuat kita baik atau lebih mencintai Allah, minggir dulu saja lah ya… 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: