Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Tarbiyah

on February 19, 2012

Indah ya kata itu. Meski saya merasa terjebak dan baru saya sadari selama ini saya telah terjerumus kedalam jebakan yang membuat saya menjadi manusia yang lebih baik, insyallah. Awalnya hanya duduk melingkar setiap pekan dan belajar agama. Lalu mulaikah kami ditarget ini dan itu. Sholat jamaah, rawatib, dhuha, qiyamul lail, tilawah, puasa, infaq, dan lain sebagainya. Tapi entah kenapa saya menikmatinya. Muncul perasaan tidak nyaman kalau tidak hadir dalam liqo atau datang telat. Malu kalau amalan yaumi kalah jauh dengan teman-teman. Mungkin inilah buktinya lagu tombo ati. Salah satunya berkumpul dengan orang-orang (yang sedang berusaha menjadi) sholeh.

Sampai saya memasuki masa banyak undangan-undangan ‘siluman’. Tidak jelas darimana dan mau dibawa kemana. Tapi waktu itu entah kenapa saya menurut saja. Apa yang diminta dan disarankan oleh MR saya selalu saya turuti. Awalnya saya takut dimarahi atau dicap buruk. Semakin jauh saya sampai pada titik bahwa saya tidak bisa hanya menerima dan mendapatkan banyak hal dari dakwah yang diusung kakak-kakak yang sudah senior. Saya harus ikut serta didalamnya. Ternyata setiap manusia itu adalah dai. Dia adalah dai sebelum yang lain. Mulailah saya mengenal dakwah kampus dengan segala problematika dan tantangannya.

Ya, tarbiyah telah membawa saya pada dunia yang kompleks dimana saya merasa bersyukur berkumpul dengan orang-orang hebat, shalih, dan visioner. Saya ditempa disini untuk bisa menjadi peribadi yang baik, taat, dan bermanfaat. Banyak yang harus saya lakukan. Amanah-amanah pun terus datang terkadang tanpa saya tau untuk apa saya melakukan ini. Untuk siapa saya melakukan ini semua? Kenapa saya begitu merasa bersalah kalau tidak menjalankannya? Kenapa saya harus berlelah-lelah melakukan ini semua? Saya bekerja tanpa pernah ada yang tau bahwa saya bekerja… Mungkin disinilah saya diajari keikhlasan, ketika hanya Allah yang melihatnya.

Seringkali juga saya kecewa berat dan menyesali kenapa saya berada disini. Kenapa orang-orang disini begitu memaksa? Kenapa dulu saya percaya dan nurut sama MR saya? Bisakah saya keluar dari jamaah .ini sekarang? Saya ingin bebas. Namun, semakin saya bertanya semakin tidak beres urusan-urusan saya. Semakin saya mengeluh, maka semakin tidak jelas juga semua yang saya lakukan, semakin lemah pula ibadah saya. Saya pun menyadari bahwa kesungguhan kita dalam mengemban amanah dakwah akan mendukung hal-hal lain diluarnya. Ketaatan kita dalam beribadah akan membawa kebaikan pada hal-hal yang lain. Dengan berjamaah, saya lebih bisa menjaga kualitas ibadah. Dengan berjamaah amanah yang berat dan impikan yang tidak mungkin bisa saja terjadi… Memang kekecewaan selalu datang. Itu karena orang-orang didalamnya, tapi saya di jamaah ini bukan karena orang-orang di dalamnya, tapi karena jamaahnya, karena visinya dan karena saya percaya pada janji Allah (semoga).

Ukhuwah. Disini saya tidak bekerja dengan mereka yang sudah saya kenal sebelumnya. Tiba-tiba saya ditempatkan disini dengan orang-orang yang tidak saya kenal sama sekali. Tapi semuanya terasa begitu mudah. Sangat cepat kami bisa mengenal dan saling memahami, menerima dan mengisi kekurangan satu sama lain. Kenapa bisa demikian? Karena kami disatukan bukan untuk tujuan yang berbeda. Kami sedang berjalan menuju arah yang sama. Kami harus saling menjaga dan selamat sampai tercapainya tujuan kami. Maka tidak ada pilihan lain selain menerima kekurangan yang lain, dan melengkapinya dengan apa yang kita punya agar semuanya sampai dengan selamat tanpa ada yang tertinggal atau jatuh dan mati.
Hingga saat ini saya mungkin belum paham kenapa saya ada disini. Saya hanya tau bahwa saya sedang melakukan hal yang baik. Saya bekerja dengan orang-orang yang baik dan merencakan kebaikan bagi banyak orang. Apakah mungkin saya dimanfaatkan? Tidak penting. Saya melihat bahwa saya sedang bekerja untuk mendapatkan RidhoNya. Memang tidak ada yang tau apa yang ada dalam hati masing-masing orang dalam jamaah ini, biarlah itu menjadi urusan masing-masing orang dengan Allah, itu saja. Berpikir tentangNya selalu bisa membuat hati ini damai… Istiqomah ya, sampai tujuan kita tercapai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: