Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Mereka Terus Mengejar dan Berharap

on February 19, 2012

Ini tentang pemadangan yang saya temui di daerah Panggung, dekat kampus saya. Panggung adalah sebuah perempatan yang disalah satu sisinya ada “Panggung Motor” Dealer Yamaha. Disana terdapat lampu lalu lintas sehingga ketika lampu menyala merah, bis-bis dari jurusan Surabaya berhenti dan menurunkan pemumpang. Ketika ada satu bis berhenti maka aka nada beberapa bapak-bapak, atau mungkin lebih tua dari bapak-bapak berlari menghampiri bisa yang berhenti tersebut. Awalnya saya tidak tau kenapa ya mereka lari-lari. Saya berpikir, “Oh, mereka sedang menunggu keluarganya. Saking senangnya sampai lari-lari menyambur keluarga atau kerabatnya yang datang dari jauh.” Ya, saya berpikir sesimpel itu. Hingg akhirnya saya baru menyadair bahwa mereka adalah tukang becak yang berebut penumpang. Ada banyak tukang becak disitu dan semuanya berlari menghampiri bis yang berhenti. Semuanya berlari seraya berharap aka nada penumpang yang memakai jasa mereka… Padahal berapakah penumpang yang mungkin turun disitu? Berapakah penumpang yang akan menggunakan jasa mereka? Karena ada pangkalan taksi juga disekitar situ.

Setiap melihat kejadian itu saya terenyuh. Mereka sudah setua itu harus berlari-lari. Bagaimana dengan yang sudah tua dan larinya lambat? Bagaimana bila mereka terjatuh dijalan karena terlalu bersemangat dalam berlari? Bagaimana kalau pada akhirnya mereka tidak mendapatkan penumpang selama seharian ini? Dari mana ya mereka dapat uang?

Dalam keadaan seperti ini saya hanya bisa turut mendoakan semoga Allah meringankan mereka dalam bekerja. Semoga Allah memberikan pahala yang banyak pada mereka karena kerja keras mereka. Karena kesungguhan mereka menjemput rejekiAllah. Meski dengan tubuh renta mereka masih berlari. Kulit mereka yang menghitam dan kaki-kaki mereka yang kokoh semoga menjadi saksi bahwa mereka telah bekerja keras. . . Semoga mereka mendapatkan rejeki yang cukup dan dikaruniai anak-anak yang mampu memaknai kerja keras mereka dengan kesungguhan mengejar kehidupan yang lebih baik. Yang hanya akan memberikan kebahagiaan pada mereka sebagai balasannya, kelak saat mereka tak mampu lagi bekerja sekeras ini, Amin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: