Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

From Bandung with Mia, Wakhid, and Arif

on January 25, 2012

Bermodal nekad dan keinginan menggebu-gebu hasil akumulasi keinginan selama bertahun-tahun ditambah ada modal, maka berangkatlah kami (saya, wakhid, dan mia) ke sebuah kota bernama Bandung. Mau apa ke sana? Jalan-jalan. Dengan modal pas-pasan dicarilah link teman yang kuliah di bandung. Dan….terpilihlah Arif Prasetiya (Ayith), lebih tepatnya karena memang cuma dia yang menawari. Yes, akomodasi dan pemandu selama di bandung sip. Tinggal berangkat…
Rabu, 18 Januari 2012 kami berkumpul di stasiun Jebres, kereta berangkat pukul 19.17, karena model backpacker, maka kereta ekonomilah yang menjadi tujuan utama. Kereta kahuripan nomor 7A, 7B, dan 7C. Alhamdulillah pelayanan di kereta ekonomi sudah jauh lebih baik, semuanya dapat tempat duduk, ye ye ye…
Sedikit bercerita keadaan kereta ekonomi, setiap detik aka nada penjual asongan yang menawarkan kopi, popmie, energen, mizone, aqua, bahkan petugas kereta yang menawarkan makan malam, dinner di kereta!!! Wow, semuanya bersemangat menjemput rejeki dari Allah, mereka pantang menyerah meski modar-mandir 100 kalipun dan bersaing dengan banyak pedagang yang lain, tekad mereka luar biasa. Patut dicontoh! Jangan pernah berputus asa dengan rahmat Allah, karena kita tidak pernah tahu dari mana rejeki Allah datang, mungkin saja salah satu dari sekian banyak penumpang kereta adalah jalan rejeki. Kalau saat-saat seperti ini saya langsung ingat ayah dan ibu saya, Alhamdulillah…
Lelahnya perjalanan selama 11 jam (masih diperjalanan) terasa hilang ketika sampai di sebuah daerah bernama bandung. Memang belum sampai kota, baru di pedesaannya. Pemandangannya indaaaaaaah banget serasa jadi Harry Potter yang lagi perjalanan ke Hogwarts, kami melewati jembatan, persawahan, rumah-rumah tradisional, dan hamparan pemandangan yang menakjubkan! Oiya, pada fase ini saya melihat anak-anak pergi ke sekolah melewati persawahan. Saya pikir itu cuma ada di sinetron, ternyata benar-benar ada! Semakin tidak sabar untuk menjelajah Kota Kembang. Sebelum jalan-jalan, cerita dulu soal bertemunya saya dengan kawan lama (gak juga ding) si Wisudantyo, teman mbolang pas SMA. Kebetulan dia juga berangkat ke Bandung, dan bertemulah kami di kereta! Dia membawakan saya lempuk, makanan khas sumatera dari duren, yang dia bawa langsung dari Sragen, hasil kerja keras Elsana ngambil ke rumah Watik di Gabus (kog muter-muter???). alhasil perjalanan saya semakin berwarna karena ada si dantyo, panggilan saya ke dia… oke, sekarang kita tinggalkan dantyo, mari bercerita tentang indahnya perjalanan di bandung.
Sampai di stasiun kami disambut Arif yang langsung menggiring kami ke angkot yang menuju TransStudio. Mau ngapain disana? Cuma mau foto didepannya aja, haha….tapi karena pertimbangan efektifitas dan efisiensi, jadwal foto didepan transtudio dibatalkan, cukup melihat dari jauh saja. Tujuan pertama, alun-alun kota bandung. Obyek apa aja yang terjangkau dari sana?
1. Masjid agung Kota Bandung
2. Monumen 0 kilometer
3. Gedung merdeka
4. Museum KAA
5. Jalan Braga
6. Kota Tua
7. Balaikota Bandung
Semuanya dijangkau dengan jalan kaki, capek? Pasti, tapi namanya juga jalan-jalan, hehe. Dari situ kami lanjut jalan melewati Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan menuju ke kostnya Arif di Pancasila 9 Taman Sari, tepatnya di wismanya anak-anak solo yang kuliah di ITB, namanya Widyakelana. Dari situ, kami istirahat sebentar, dan langsung tancap gas ke Lembang, memenuhi harapannya Mia.
Oke, untuk pertama kalinya di Kota Bandung dan saya harus mengendarai motor ke lembang, dengan memboncengkan satu nyawa, Mia. Berkali-kali saya berdoa dan berdzikir sepanjang jalan… kami tidak langsung ke lembang, mampir dulu ke UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). Subhanallah, kalau dua minggu yang lalu saya terkesima dengan keindahan Universitas Brawijaya, maka saya katakana, UB kalah jauh disbanding UPI. Keren.. usut punya usut SPPnya dua kali lipat dari UNS, pantes….
Acara dilanjutkan dengan sholat dhuhur di masjid UPI yang megah banget. Lalu, muter-muter kampus UPI yang keren abis dengan ditemani temannya Mia yang kuliah disana, puas sudah mengagumi UPI. Pengen kuliah disana? Sebentar, saya pikir-pikir dulu biayanya….
Perjalanan ke lembang mirip-mirip ke tawangmangu jadi ya lumayan sudah menguasai medan. Lama kelamaan sampailah kami di sebuah tempat yang bangunanya aneh, tabung ditutup dengan setengah bola, tempat syutingnya Petualangan Sherina, yap benar sekali Boscha. Disini Mia yang kegirangan tiada henti, Alhamdulillah… karena cuma dikasih waktu 5 menit, kami Cuma jepret2 dan pulang… perjalanan pulang mampir lagi ke UPI karena tadi sebelumnya belum sempat jepret2 disana…
Well, saatnya kembali ke kota…. Mau kemana? Si Mia pengen lewat flyover. Emang dasar di Arif baiknya minta ampun, lewatlah kami di flyover dambaan Mia, jalan layang. Next, destination, museum geologi, ini si Mia juga yang pengen…*kok dari tadi nurutin si Mia terus ya, haha … kalo saya cuma pengen ke ITB, UNPAD, sama jalan Braga, that’s all…hehe
Oke, dari museum geologi, kami jalan ke gedung paling terkenal di Bandung. Gedung sate, tempat ngantornya pak Ahmad Heryawan, yup gubernur Jawa Barat. Dalam kondisi hujan, kami masih tetap bersemangat, yeyeye…
Selanjutnya kemana? Ke tempat settingnya Ranah 3 Warna, kampus Universitas Padjadjaran dan monument…apa ya?lupa namanya, hehe….didepannya Unpad, bangunannya sekilas ada kayak opera house tapi beda banget… dari situ,sampailah kami di tujuan terakhir, ITB. Mau ngapain? Saya cuma pengen foto di depan ITB, di tugu aneh yang ada tulisannya Institut Teknologi Bandung. Masuk ITB dan jalan-jalan berkeliling, saya terkesima dengan kampus ini. Aroma belajar dan mengabdi sangat kental, saya amat merindukan suasana ini…oh ITB ^^ ditambah lagi, disini mahasiswa gak boleh bawa motor atopun mobil, kereeeen… kapan ya UNS kayak gini? Pasti bisa!
Lelah, kamipun kembali ke basecamp, kostnya arif sambil menunggu magrib. Ba’da magrib kami berjalan lagi membelah daerah kampus ITB menuju Balaikota, barulah naik angkot kembali ke stasiun. Perjalanan sehari yang indah dan mengesankan, ke tempat-tempat yang saya inginkan selama bertahun-tahun. Alhmdulillah…
Perjalanan pulang ke Solo diisi dengan tidur di kereta karena besoknya harus ketemu dosen di kampus^^
Next trip, Kebumen, Bogor, Singapore, Malaysia, Thailand, Bromo, Lombok. Sumatera, Kalimantan, Makassar, tapi nunggu tabungan gemuk dan yang jelas ada gelar mahasiswa S1 udah copot, hehe
Oiya, catatan penting. Seperti biasa kalo saya pergi tanpa minta ijin pasti ada-ada saja yang saya alami. Untung buka kecelakaan atau kehilangan apa-apa yang penting. Hanya saja foto-foto saya selama di Bandung yang ada di camdig hilang. Entah kenapa, gara-gara dipindah teman saya ke komputer. Bukan bermaksud menyalahkan, saya terima saja sebagai hukuman dari Allah…. ^^

Tapi ini masih ada di kamera Mia 😀

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sekian dulu ya, insyallah akan terus menjelajah. bumi Allah yang luassss

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: