Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Nyanyian Ibu dan Lulus Bulan Maret

on January 13, 2012

BELUM.

Saya belum akan wisuda dalam waktu dekat ini. Kalau mau bermimpi saya ingin bulan Maret nanti lulus supaya bisa fokus membantu persiapan pernikahan kakak saya. Soal wisuda bisa kapan-kapan sesuai jadwal. Bismillah. Saya bertekad MARET nanti saya dapat gelar S.Pd, Amin..

Saya ingin bercerita tentang perjalanan saya menyusun skripsi. Berkali-kali mandhek dan galau. Berkali-kali pula jadi semangat berapi-api. Terkadang kesal kalau ibu “bernyayi” gara-gara ada beberapa teman yang sudah ujian pendadaran dan saya belum. Itulah bentuk kasih sayang ibu yang seringkali kita (saya) salah persepsikan.

“Dhik, skripsimu tekan ngendi?”

“Udah ketemu dosen?”

“Kiro-kiro kapan rampungmu?”

Haduh, rasanya bosan ditanyai begitu terus… jalan satu-satunya untuk lepas dari itu ya segera diselesaikan, maka tidak aka nada lagi nyanyian tentang skripsi dirumah, hehe

Perjalanan skripsi saya tidak semulus apa yang saya banyangkan. Seperti minum obat 3 kali sehari, saya 3 kali seminggu harus menemui dosen bernama Pak Martono. Dosen pembimbing saya lulusan Leeds University. Demikian juga dengan dosen pembimbing yang satunya, Pak Gunarso. Lulusan Sidney University. Kalau dipikir-pikir saya mendapatkan pembimbing yang luar biasa. Masalahnya apa saya tidak bisa mengimbangi keduanya ya? Sampai bisa lama begini??? Saya jawab, tidak. Saya pasti bisa mengimbangi mereka. Setiap kali saya menyampaikan draft yang tebal, pasti akan diperiksa satu per satu, dan benar saja, selalu ada kesalahan. Selalu ada yang kurang. Apakah saya terlalu bodoh? Bukan. Justru karena saya pintar dosen saya pun ingin skripsi saya maksimal (membela diri). Dan benar saja, setiap kali ada kekurangan saya kan membaca dan membaca lagi dan subhanallah saya menemui ternyata begitu banyak ilmu yang belum saya tau. Dan dengan ditolaknya dratf saya justru membuat saya belajar lagi dan lagi.

Jadi, apakah draft ditolak itu menunjukkan sinyal negatif? Tidak. Saya senang dengan proses yang saya jalani. Akan saya jalani ini semua dengan senang dan ikhlas insyallah akan banyak hal yang saya dapat.
Capek? Pasti. Tapi memang selalu ada harga yang harus dibayar untuk sesuatu yang baik. Capek dan galau adalah bayarannya. Tapi saya berharap dari itu semua saya menjadi lebih pintar dan lebih berkompeten sebagai guru. Ya, sebagai guru bahasa Inggris yang professional.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: