Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Single itu prinsip, Jomblo itu nasib..

on January 6, 2012

Sepintas kata itu lucu menurut saya, bagaimana dengan Anda?
Pertama kali saya mendengar kata itu pada saat briefing acara paragames. Saat itu saya dan teman saya Reni sedang ngobrol dengan rekan2 senior dari POK. Setelah ngalor ngidul saya iseng bertanya kepada salah seorang,
“Mas, sudah punya pacar?”
Waktu itu saya merasa sangat bodoh. Tapi gak apa-apalah karena ini untuk tugas. Lho kok bisa? Besok paginya saya harusmengumpulkan tugas Pragmatics, dan saya merasa dengan pertanyaan tersebut gejala pragmatics akan terlihat. Dan ternyata benar…
Mr.R : “emang ngopo dik?”
Saya :“ya gak papa, udah punya belum mas?”
Mr. R :”udah.”
Saya : “udah yakin mas sama pacarmu yang sekarang? Pilihan terakhir itu? Sampai nikah?”
Mr. R :”hehehe…ya gimana ya, jodoh itu di tangan Tuhan. Kita kan hanya berusaha. Pasti nanti Tuhan memberi aku yang terbaik.”
Saya : (“yesss,,, keluar gejala pragmaticsnya… haha, artinya sebenarnya masnya itu belum mau jawab pertanyaan saya. Entah karena sebenarnya dia tidak yakin atau memang dia tidak siap dengan pertanyaan saya. Tidak menyangka ada orang yang baru kenal dan langsung menanyakan itu…”)
Mr. R :”lha kamu sendiri dik?”
Saya :”saya sih gak mau pacaran mas. Ntar aja kalo udah siap langsung cari.”
Mr. R :”lho kog gitu?”
Saya : (“haduh, susah jelasinnya….dia kan non muslim….saya hanya tertawa.”
Tiba-tiba Reni teman saya nimbrung dan,
Reni :”sorry mas, buat kami single itu prinsip mas, tapi kalo jomblo itu nasib. Nasib STMJ”
Mr. R :”opo kuwi?”
Reni :”Semester Tujuh Masih Jomblo.”

Haha, saya tidak sepenuhnya setuju dengan kata itu, walau Reni mengatakan “kami (saya dan dia)”. Bagi saya single bukan prinsip juga sih. Nanti malah gak sesuai sunnah Nabi. Tapi bagi saya single adalah pilihan untuk sekarang. Ya untuk sekarang sampai saya siap suatu saat nanti. Kapan? Belum tahu.
Nah, soal jomblo itu nasib. Hm….mungkin juga. Tapi saya tidak setuju juga sepenuhnya. Jomblo itu juga pilihan. Kalau mau mungkin saya bisa saja punya pacar saat ini (emang ada yang mau?). Pasti ada… (lho???pede tenan). Tapi ya itu tadi, jomblo juga adalah pilihan. Yang namany punya pacar kan gak harus serius. Asal statusnya punya pacar, it means gak jomblo. Nah, disinilah salahnya, kenapa harus menyatakan bahwa jomblo itu nasib? Justru bagi saya jomblo adalah pilihan yang terhormat! Mungkin sama juga dengan mereka yang memilih pacaran untuk mendapatkan pasangan yang baik. Saya mengatakan sama terhormatnya karena saya tidak mau menghakimi mereka yang pacaran pasti buruk. Karena sejatinya saya juga tidak tahu niatan apa yang ada di dalam hati mereka. Buktinya, banyak orang-orang yang sudah paham dengan hokum pacaran dan seluk beluknya, tapi tetap saja mereka pacaran. Nah, kalau MISAL mereka paham hukumnya, kenapa harus dilakukan? Mungkin mereka melihat sisi baik dair pacaran (mungkin saja).
Baiklah, kembali pada pilihan jomblo adalah pilihan yang terhormat. Seorang jomblo tidak terbawa arus dengan maraknya pacaran. Kedua, jomblo lebih leluasa dalam segala aktivitas karena tidak aka nada yang cemburu atau curia. Ketiga, bisa melakukan banyak hal lain daripada sms-an, telfon2an, dsb yang insyallah lebih bermanfaat. Danmasih banyak kebaikan lainnya. Kalau orang-orang berdalih punya pacar membuat lebih semangat dalam belajar, maka jomblo lebih keren karena dia bisa selalu menyemangati dirinya sendiri.
Jadi, tidak ada yang salah dengan menjadi single dan jomblo (tapi tetep harus menikah suatu saat nanti). Jadi ingat pesen mahasiswa S2,
Mr. RW :”Gak usah pacaran dik, pacaran itu gak baik. Banyak dosa deh pokoknya gak penting.”
Saya :”kog mas punya pacar.”
Mr. RW :”yah…kalau sudah terlanjur ya dijaga, jangan sampai disakiti, jangan sampai putus, jangan sampai terjerumus dalam kemaksiatan. Kalau mask an udah 8 tahun pacarannya sayang kan kalau putus. Dulu mas belum tahu kalau pacaran itu gak boleh, tapi sekarang kan sudah terlanjur, jadi ya dijaga aja biar nanti jadi istrinya beneran”
Saya :”&#@($%$*@@%$!(!)!#@)$”
Kalau tahu banyak dosa, kenapa dilanjutin??? *Setidaknya sudah berpesan baik pada yang lebih muda*

Advertisements

2 responses to “Single itu prinsip, Jomblo itu nasib..

  1. Mr.SUMEH..:-) says:

    kata-kata n kalimatnya dah mulai rapi nox ukhti dah enak d baca….hihihi

  2. thanks akhi…. 😀

    what?
    ukhti?
    akhi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: