Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Kaprodi pun berkaca-kaca…

on January 6, 2012

Pementasan teater mata kuliah drama mahasiswa pendidikan bahasa Inggris FKIP UNS 2009 berakhir dengan kebahagiaan. Lalu apa hubungannya dengan saya. Ya, saya menjadi penonton. Tapi bukan ini yang mau saya ceritakan. Saya ingin menceritakan kejadian waktu kaprodi saya memberi sambutan setelah semua kelompok tampil. Tanpa diminta, kaprodi saya Bu Endang langsung maju ke tengah arena dan berbicara dengan lantang tanpa microphone. Beliau tersenyum bahagia dengan penuh luapan emosi, lebih tepatnya hamper menangis waktu memberi sambutan. Intinya, beliau sangat bangga dengan penampilan anak-anaknya yang sangat bagus dan all out. Dengan mata berkaca-kaca, saya hanya mendengar kata-kata terakhir,
“I did nothing and you do it perfect. Thank you very much.”
Entah mengapa saya sangat mengingat kata ini. “I did nothing.” Memang selama persiapan dosen tidak memberi bekal apapun pada mahasiswa angkatan 2009. Ini adalah kali pertama mata kuliah drama melakukan pementasan dan praktis angkatan 2009 tidak punya bekal apapun. Mereka melakukannya sendiri. Berlatih sendiri, menyeting sendiri, mengkoreksi sendiri, melakoninya sendiri. Sebuah kerja yang berat latihan setiap malam sehingga mata kuliah yang lain keteteran. Tapi hari ini saya mendengar mereka,
“Aku kangen latihan drama maneh…”
Ya, kerinduan itu sudah muncul baru saja setelah semua pementasa berhasil dengan sukses. Bulan-bulan yang berat itu justru kini dirindukan oleh mereka. Malam-malam yang membuat mereka muak dan putus asa kini terbayar dengan pementasan yang hebat dan membuat kaprodi kami berkaca-kaca… Berat memang apa yang dilakukan adik-adik saya, tapi dalam tekanan itulah mereka belajar. Mereka belajar membagi waktu untuk mata kuliah yang lain, belajar menghargai teman lain, belajar menghargai teman yang masih belajar acting dan logat amerika. Ya, mereka belajar tentang persaudaraan, tentang betapa keberhasilan yang besar harus didahului oleh perjuangan yang panjang dan memuakkan. Ketika semua berakhir, kerinduan akan masa-masa itu akan datang. Memang masa-masa harus dirindukan, masa dimana kita belajar menjadi lebih baik.
Pementasan pun diakhiri dengan acara cium tangan dan cipika cipiki mahasiswa dengan dosen. Saya merasa sekarang ‘persahabatan’ dosen dan mahasiswa di prodi kami semakin erat, hehe… Semoga tetap membuat dosen kami tegas dna obyektif. Mahasiswa PBI FKIP UNS memang berkarakter kuat dan cerdas tambah mandiri, tidak mudah putus asa dan bisa diandalkan….hehe (saya juga mahasiswa PBU lho..)
Selamat kepada seluruh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNS 2009. You are great!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: