Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

LSP OH LSP

on January 3, 2012

Akhirnya 1,5 jam lagi kami (saya, nikmah, dyah, krisna, dan dimas) akan berhanti menjadi orang-orang tua di LSP, setelah melewati rangkaian panjang pertanggungjwaban dan dibantai oleh beberapa rekan dari UKM yang lain…
sudah setahun kami menjalani semua ini, sebuah UKM bernama Lingkar Studi Pendidikan yang bergerak di bidang keilmiahan, katanya begitu…

Dalam setahun itu pun sebenarnya kami masih meraba dan mencari apa yang sebenarnya harus kami lakukan. Banyak tuntutan dan makian karena tak kunjung menunjukkan perubahan
*dalam hati saya berpikir, hanya mereka yang maun melihat kelelahan ini yang berani bicara begitu, yang lain bahkan tak tau kami ada, padahal kami sudah berbusa-busa memperjuangkan sesuatu yang bernama keilmiahan di fakultas ini…

Hinaan pun datang karena kami dianggap hanya mencari uang melalui hibah dan kompetisi yang lain,
*sungguh, bukan itu tujuan utama kami… kerja kami memang butuh dana besar dan apakah salah kalau kami memenangkan kompetisi hibah? dalam hal ini saya hanya bisa mencibir dan merasa lebih baik dari mereka yang hanya bisa mengkritik tanpa berbuat sesuatu yang lebih baik… paling tidak kami mempunyai karya nyata bukan hanya sesuatu bernama kritikan.

Senior senior masih setia mendampingi kami yang baru setahun berdiri, dalam kebersamaan itu pula muncul ketidaksenangan dan sakit hati, namanya juga orang banyak… hingga entah berapa liter air mata yang tumpah dan berapa jam waktu yang hilang hanya untuk saling membentak dan menyalahkan… astagfirullah…

Saat itu kebingungan memuncak dan kita tidak ada yang mau bicara. hanya diam dan saling berprasangkan dalam hati. sementara itu adik-adik yang kita pimpin terlanjur menyadari dan kecewa dengan ulah kakak-kakaknya yang tak kunjung dewasa…

Kami belajar kesabaran disini, setahun ini. kami belajar menghargai orang lain dan belajar menerima takdir, bahwa kami tidak bekerja dengan orang yang sempurna. Kami belajar berkorban, mengorbankan harta, waktu, bahkan hati untuk terus bertahan…

ini bukan kisah yang mengerikan, ini adalah kisah indah yang membuat kita semakin dewasa… memang bila kedewasaan itu mahal, maka setahun yang berat ini adalah harga yang harus kita bayar…

_LAC, menjelang demisioner_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: