Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Kembali

on December 27, 2011

Tiba-tiba aku menjadi demikian takut, lemah dan jauh
Aku merasa sangat rindu padaNya,
Merindukan malam-malam ketika aku menggigil karena basuhan wudhu di muka, tangan dan kakiku…
Aku kehilangan saat-saat indahku mengadu padaNya akan kelemahanku
Melewatkan waktu malamNya yang penuh hikmah dan ampunan
Aku terlelap oleh tubuh yang lelah dan malas
Aku tenggelam dengan rutinitas yang memuakkan, demikian hingga hanya menyisihkan sedikit waktu untuk menemuiNya,
Tilawahku tak lagi sebanyak dulu, sholatku tak lagi selama dan senyaman dulu, kini semuanya terburu-buru dan terbatas waktu, aktivitas lain sudah menunggu…
Sungguh bodohnya aku menyarangkan setan-setan dalam hati dan pikiranku,
Bahwa waktuku teramat berharga untuk sekedar berdiri dan berdoa,
Sungguh salah, aku memanfaatkan sisa waktu untuk bersyukur dan menghamba
Aku takut, demikian takut hingga rasanya ingin aku melahap alqur’an selama yang aku bisa, rasanya ingin melanjutkan sholat sampai aku tak mampu lagi bangun dari sujudku…
Lalu, aku sadar, Allah tengah mengujiku dengan rutinitas yang penting,
Akankah aku masih menomorsatukan Dia?
Akankah tanganku masih membuka lembar-lembar mushaf sebelum memulai aktivitasku?
Akankah aku masih kuat menahan dingin disepertiga malam dalam tubuh dan pikiran yang lelah?
Allah sedang mengujiku sekaligus memanggilku untuk kembali…
Kembali menjadi hamba yang telah menggadikan diri, harta, dan jiwanya untukNya semata
Dia tidak rela aku menjauh dan pergi, hingga dia menimbulkan kegelisahan dan ketakutan ini,
Agar aku kembali mendekat dan bermanja denganNya…
Kewajiban kita tidak akan berkurang bahkan jauh lebih banyak dari waktu yang kita punya,
Kita adalah raja dari tubuh, waktu, tenaga, dan pikiran masing-masing,
Dari sumber dari segala kekuatan memimpin dan yang kita pimpin itulah yang utama
Dahulukan Dia sebelum yang lain,
Jangan menyuruh Dia menunggu…
Dia…
Yang masih memberi udara dan denyut nadi walau kita pasti lupa mensyukurinya
Yang masih memaafkan kita dengan segala dosa
Yang masih merahmati kita meski kita selalu berbuat aniaya
Yang tidak pernah dhalim meski tiap waktu kita menyakitinya dan membuatNya menunggu…
Tiba-tiba aku rindu untuk kembali,
Setelah lelah berkelana ke kehidupan lain yang jauh dari kenyamanan dan pengingatan padaNya
Terjunlah, dan mengalirlah
Tapi jangan hanyut apalagi tenggelam…

Advertisements

One response to “Kembali

  1. L says:

    Brsyukur kemudian bahagia atau bahagia dulu baru kemudian bersyukur….
    Kiranya masih perlu perenungan apa yang telah terjadi selama ini dalam diri kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: