Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Ku Kejar Thailand sampai ke Donohudan

on December 21, 2011

Kontingen Thailand benar-benar menghipnotis teman2 panitia dan volunteer di APG, termasuk saya. Awalnya saya biasa saja namun menjelang perpisahan (penutupan APG) saya merasakan kehilangan. Bukan saja kehilangan atlet Thailand yang saya idolakan , tapi juga semua atlet dari semue Negara. Selama 4 hari ini selalu bertemu mereka dan sekarang saya harus kembali ke dunia nyata, seolah tidak pernah bertemu mereka, kembali menjadi mahasiswa FKIP Bahasa Inggris yang jauh dari Olah Raga 😀

Ceritanya, saya dan Reni merasa akan sangat kehilangan, lalu kami berdua mencari souvenir untuk kenang-kenangan atlet Thailand yang akan kamu berikan di penutupan nanti. Reni bertekad memberikan kenangan pada mas Arun (idolanya anak2) dan mr.smiley katanya… dan saya entah kenapa jadi terhipnotis juga, saya ingin bertemu dengan mas pikun (saya lupa namanya, hanya saja dia atlet yang pikun jadi ya saya panggil saya mas pikun). Oke, souvenir sudah di tangan dan siap diberikan. Dibelakangnya saya beri email saya kalau saja ada yang mau berkawan dengan saya setelah APG *ngarep***

Untungnya, persis di dekat pintu masuk kami bertemu mister smiley nya reni…dia senang bukan main, walau ketinggalan ternyata Allah memberi kemudahan

HUJAN. Penutupan APG diwarnai hujan agak lebat, tapi saya dan reni tetap bertekad ke Manahan. Sampai di Manahan, para kontingen sudah bersiap masuk ke stadion. Telat untuk mencegat mereka di jalur masuk. Lalu, ya sudahlah, kami ikut masuk dan menyaksikan penutupan…

Beberapa saat kemudian kami melihat para kontingen Thailand sudah beranjak dari tempat duduk, dan..
Reni : “kita mau pulang kapan?”
Saya : “bentar ren, nanggung, ntar kalo udah sampe tengah-tengah ya..”

Kamipun keluar dari stadion. dan… BERSIH. hampir semua kontingen sudah pulang ke wisma… lalu dimana atlet thailand? saya sms adik tingkat saya yang jadi LO Thailand,
Penny : “udah balik mbak, ni menuju Donohudan…”
😦 😦 😦

saya belum ketemu mas pikun, dan haruskah saya menyerah…. TIDAK. saya harus ke Donohudan, saya harus menemuinya untuk yang terakhir kalinya,,,

Reni : “lha piye?”
Saya : “ke donohudan berani gak ren?”
Reni : “kamu tahu arahnya?”
Saya : “gak ren…”
Reni :” EDAN”

akhirnya reni pun bersedia mengantar saya ke Donohudan dengan bekal semangat dan arahan dari pak polisi…

Sungguh, Allah mendengar doa hambanya yang bersungguh-sungguh. Diantara ribuan manusia yang ada di wisma altet Donohudan, saya melihat mas pikun dan beberapa temannya ada di depan gerbang,,,, *nikmat apa ini ya Allah… 🙂 🙂 🙂

Akhirnya saya berhasil memberikan kenang-kenangan pada kontingen Thailand dan mengucapkan selamat tinggal, alhamdulillah yah… 🙂

malam ini saya belajar bahwa kalau kita berusaha maksimal dengan melakukan usaha yang lebih dari orang lain maka Allah pasti memebri jalan 🙂

selamat jalan kontingen Thailand, we’ll miss you….
thanks for all the things 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: