Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

MENUJU ASEAN PARA GAMES 2011

on December 16, 2011

Paragames membuat hidup saya bergejolak. Dimulai dengan kepanitiaan yang tidak jelas. Saya rajin datang rapat tapi nama saya berkali-kali tidak muncul sebagai panitia. Syukurlah dengan modal pantang menyerah dan muka tembok nama saya sudah fix menjadi salah satu panitia ajang internasional yang akan diselenggarakan di Solo, 12-22 Desember mendatang.

Sebuah kejutan lagi datang. Seorang panitia dari UNS lebih tepatnya kakak tingkat saya dengan santainya mendaftar jadi LO dan meninggalkan kepanitiaan Asean Para Games (APG) ini. Saya sebagai seseorang yang saat itu dekat dengan coordinator callroom (dekat dalam arti memang posisinya paling dekat) diminta untuk mencari pengganti hari itu juga. Tanpa pikir panjang saya mengajukan teman terbaik saya Reni Purnaningsih. Walau sedikit bermasalah dengan berat badan, hehe ^^V tapi saya yakin dia sanggup melaksanakan tugas dengan baik. Lagipula, dia dan saya kan dulunya bermimpi bersama-sama untuk menjadi panitia APG dan ternyata Tuhan mengabulkan mimpi itu, terima kasih ya Allah… *dalam hati saya berpikir emang rejekinya Reni, tanpa perlu bersusah payah bisa jadi panitia APG, hehe…tapi ya sudahlah, saya bahagia.

Latihan-latihan selanjutnya berlangsung menyenangkan. Saya diantara teman-teman POK berasa asing baik dari segi komunikasi maupun penampilan. Mereka semua berpakaian lapangan rapi, sementara saya memakai kaos, rok panjang, dan kerudung yang lumayan besar. Kontras memang, tapi untunglah mereka tidak mempermasalahkan itu. Justru saya merasa nyaman dengan mereka. Karakter orang-orang POK yang saya sukai adalah mereka tegas dan tepat waktu. Selain itu mereka juga menghargai orang lain, mudah bergaul dan yang paling saya suka mereka tidak ribet.

Mereka berpikir simple tapi solutif, setia kawan juga, tapi ya itu… satu hal yang saya harus mulai menyesuaikan diri. Cara bicara dan bahasa yang digunakan.

Saya bertugas di bagian callroom. Bagian penyiapan atlet sebelum masuk arena pertandingan. Tugas saya hanya ‘menyiapkan’ atlet, mengecek perlengkapan, dan mengantar mereka ke arena. Untungnya, kami yang putrid tidak diminta mengantar atlet, kami hanya mengecek di callroom saja. Nikmatnya…saat yang lain berpanas-panasan di stadion saya diruangan berAC sepanjang hari,

Alhamdulillah….jadi ingat penggalan surat Arrohman kalau kayak gini, “maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustaka”.

Dibagian ini saya bersama dengan 2 orang teman bahasa Inggris dan beberapa teman POK yang Alhamdulillah sudha berkenalan, ada Hendrik, mas Rudi, mas Andi, dan komandan kami Pak

Agustinus. Semoga bisa menambah saudara dan link kalau-kalau nanti butuh bantuan dibidang keolahgaraan:D

Semoga APG berjalan lancar dan saya mendapatkan banyak pengalaman di dalamnya. Satu lagi, semoga saya bisa menjalankan tugas dengan baik dan membawa nama baik Indonesia. Aminn…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: