Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

DAY 1 ASEAN PARAGAMES

on December 16, 2011

“…..besok wajib datang pukul 04.00 di kantor KONI Manahan, parkir di JPOK UNS…”

Penggalan sebuah sms dari koordinator panpel atletik. Apa? jam 4 pagi???? dalam hati saya berpikir, jangan-jangan nanti kita akan sholat berjamaah di lapangan, hehe….tapi komitmen tetaplah komitmen, siap menembus pagi menuju stadion manahan tercinta πŸ™‚

malam sebelumnya, saya dan Reni mengikuti prosesi pembukaan APG yang berlangsung meriah dengan banyak kembang api dan tarian-tarian, pokoknya Solo banget…. ngomong-ngomong tentang pembukaan saya sangat terharu kala itu karena yang menyalakan obor APG adalah orang-orang luar biasa yang super. Mereka tidak sesempurna kita, tapi mereka telah mengharumkan nama bangsa dan mempersembahkan senyum serta inspirasi bagi banyak orang. Salah satunya adalah seorang tuna daksa yang, maaf, berkaki satu namun dengan keadaannya itu dia sudah mempersembahkan emas bagi Indonesia dan sudah menaklukkan gunung-gunung tertinggi di dunia. Saat itu, saya tidak kuasa untuk memberikan applaus terbaik saya bagi mereka… *muncul juga pertanyaan, saya kapan ya bisa seperti itu???

Kembali ke pengalaman hari pertama. Dengan semanagt membara saya berangkat ke Stadion Manahan pukul 03.45… ternyata sudah banyak orang disana. dan kekhawatiran saya tidak terwujud, nyatanya saya bisa dengan tenang sholat berjamaah di kampus JPOK Manahan…. pertempuran siap dimulai!

Callroom memegang peranan penting dalam jalannya cabang lomba atletik. Dan untuk tugas pertama saya ini, saya langsung disemprot senior karena saya melarikan daftar pemain ke Callroom 1 tanpa konfirmasi ke rekan di Callroom 1. Karena memang saya masih bingung waktu itu. Kacau. Untunglah saya hanya didamprat senior dengan gaya POKnya, sementara teman saya Reni didamprat technical delegate dari Malaysia gara-gara ulahg saya… *Maaf ya Reni…
Oke, saya belajar satu hal…

Agak siang, saya mengantar atlet ke lintasan balap kursi roda, awalnya, saya mengantar 9 atlet. namun, sesampainya di track atlet saya tinggal 8 orang. yang satu kemana? Sampai berakhirnya lomba, saya tidak mengetahui dimana atlet saya yang satunya. Setelah selesai briefing saya baru menyadari kalau ternyata atlet yang hilang tadi itu mengundurkan diri, tapi tidka konfirmasi ke Callroom… So??? Callroom 2 dipersalahkan, dan lagi-lagi saya peyebabnya… haduh….semoga besok lebih baik…Amin…

However, saya senang dengan apa yang saya dapat hari ini. Saya bertemu dengan orang-orang luar biasa dari berbagai negara dengan bahasa yang berbeda-beda. Mereka semua tampak bahagia selalu.

Dan satu lagi, awalnya tim Callroom 2 hanya saya dan reni yang mau dan bisa mengangani kompain ataupu pertanyaan dalam bahasa Inggris, lama-lama rekan-rekan yang lain mulai berani untuk bicara entah dengan nada dan logat seadanya….peningkatan yang sangat bagus…namanya juga the power of kepepet!

Besok saya dan tim akan bertuga seharian penuh, semoga saya bisa melaksanakan tugas lebih baik πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: