Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

UJIAN OH UJIAN

on November 22, 2011

Ujian PPL sudah terlampaui dengan cukup mengecewakan. Namun tetap ada hikmah dibalik semua itu. Kali ini saya mau menggali hikmah yang saya dapatkan selama persiapan sampai selesai ujian PPL. PPL adalah mata kuliah yang mengharuskan kita praktek mengajar disekolah dan melaksanakan tugas kependidikan yang lain, seperti piket, membuat soal, jaga ujian dan tugas-tugas guru yang lain.
Ujian PPL saya dilaksanakan pada tanggal 19 November 2011 di kelas yang sangat saya cintai X.10 . Ujiannya bukan mengerjakan soal namun prkatek mengajar langsung. Maka dari itu saya perlu menyiapkan materi. Persiapan dimulai sore harinya saat saya menyiapkan semua materi, berupa 8 set worksheet untuk 8 kelompok. Semuanya saya susun di lantai kamar saya. Menjelang isya’ ada teman saya yang datang mau nebeng ngeprint, entah dengan cara apa dia berhasil masuk kamar saya. Saya agak kaget pas sampai di kost setelah membeli keperluan ujian yang lain. Saya langsung syok melihat kondisi kamar saya, materi saya hancur berantakan!!! Teman saya dengan semena-mena menggeser, mencampur aduk, menduduki, bahkan menumpahi materi saya dengan air. Saya langsung kalangkabut, bagaimana saya bisa membuat materi lagi nantinya sementara saya membuatnya satu siang utuh. Dengan muka tertekuk tekuk saya merapikan materi-materi yang sudah tidak berbentuk dan mengerjakan lagi dari awal. Selama beberapa saat saya mendiamkan teman saya, dia cuma cengar-cengir 
Cerita dilanjutkan saat saya mengambil laporan observasi yang sedang dijilid di fotocopyan langganan saya. Dengan senang dan bangga saya mengambil LO hasil karya beberapa hari belakangan. GLUDAK!!! Saya tercengang dengan apa yang saya lihat pada sampul LO saya yang sudah rapi dengan hardcover berwarna merah dan tinta emas. FKIP dari dulu kepanjangannya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. dengan PDnya, di LO saya tertulis besar-besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan. Memang sama-sama FKIP tapi ini kesalahan yang sangat fatal. Setelah saya cek ternyata memang pedomannya yang salah, tapi saya juga lebih salah lagi dengan tidak meneliti pedomannya. Jadinya siapa yang lebih salah?? Akhirnya dengan semangat putus asa saya nekat akan membawa LO salah sampul ini diujian saya. Alasannya karena waktunya sudha gak nyukup dan uang saya juga sudah gak nyukup,hehe
Pagi ahrinya saya sangat bersemangat berangkat ujian. Saya menyapa adik2 dengan ceria. Lalu memamerkan alat bantu remote presentasi. Adik-adik saya sudah terpukau olehnya, eng ing eng… setelah dicoba alatnya tidak berfungsi. Agak malu sih tapi sudha terlanjur muka tembok didepan adik-adik. dosen saya sudah datang dan ujian pun dimulai. Sampai pada scenario ini,” Okay, I’ll show you a video of a story”. Kontan wajah adik2 berubah, saya jadi heran sendiri. “Mbak, soundnya belum nyala.” bisik Zaki, salah satu siswa. Ngiiiiikkkkk… saya sedikit panic padahal untuk menyalakan sound itu harus naik kursi. Kembali lagi jurus muka tembok dilancarkan, “Hendru, would you please help me to turn on the speaker.” Hendru maju dan naik ke kursi untuk menyalakan sound, dalam hati pasti dia malu melakukan itu dihadapan guru dan dosan saya. Apalagi saya yang ujian . Okey, sound teratasi. Saya membuka video dan ngiiiiiiikkkkkk…..gak ada suaranya. Lagi Hendru maju dan berbisik, “mbak ini harus direset dulu…” katanya pelan…” APAAAAAAAAAA?????!!!!!!!!!!!!!” saya semakin terpukul dengan keadaan itu. Yasudahlah, karena takut membuang waktu dengan PDnya saya berkata, “Well, it doesn’t matter, I’ll tell you a narrative.” Masyaallah, suara cempreng dan tidka expressive ini harus mendongeng? **saya sendiri tidak percaya dengan keputusan saya waktu itu, saya hanya berfikir show muat go on** dan benar, akhirnya setelah kejadian2 aneh tadi saya bisa menghandel kelas dengan baik (agak bangga nih,hehe). Selesai ujian, di Adama mendekati saya. “miss, mana snacknya?” GUBRAK!
Finally, dengan modal PD dan kenekatan, mengajar saya dinilai 89 oleh dosen sedangkan RPP saya yang keren dinilai 95. Alhamdulillah, no too bad. At least sudha dapet A  (walau teman saya dapat nilai mengajar 97, hehe., jauhhhhhhh…. Karena dia mengajarnya gak pake salah)
Jadi ada beberapa hal yang bisa saya jadikan pelajaran:
1. Kunci pintu kamar anda dan bawa kuncinya kemanapun anda pergi
2. Selalu rencanakan plan B
3. Persiapkan semua alat dan bahan sebelum berperang
4. Tetaplah percaya diri di segala kondisi
5. Think smart dan quickly, nekat is okay selama gak dosa lakukan
6. Perhatikan hal-hal kecil dan hal-hal besar secara adil
7. Gagal di satu sisi maka sisi yang lain berpeluang untuk dieksplor dan mungkin menjanjikan keberhasilan

Advertisements

2 responses to “UJIAN OH UJIAN

  1. estehmanis says:

    kalo plan A gagal, ingatlah, kita masih punya 25 abjad lainnya….:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: