Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Gara-gara menunda sholat!

on November 8, 2011

Sholat adalah penggilan langsung dari Allah untuk kita agar kembali mendekatkan diri padaNya. Bisa dibayangkan kalau diluar sholat kita senantiasa dikelilingi setan, maka sholat adalah sarana untuk mempertebal proteksi. Ketika kita dilanda kesibukan yang menumpuk, maka sholat adalah saatnya istirahat untuk merenggangkan otot-otot dan merefresh pikiran dengan cahaya ilahi…
Sayangnya, terkadang kita tenggelam dalam kesibukan dan mengesampingkan sholat. Sholat akan membuat kita tak lebih cepat selesai. Tapi mari kita pikir kembali. Saat panggilan sholat datang secara naluriah manusia akan segera mendatanginya dan akan merasa gelisah bila menundanya. Hanya saja keegoisan manusia seringkali menutupi fitrah tersebut. ngerjakan ini dulu lah…nunggu iklan dulu lah…bentar 5 menit lagi… lagi telpun ini….dan lain sebagainya. Semakin kita menunda, maka waktu sholat kita semakin mepet ke akhir2nya. Ibarat Allah mengobral cinta dan ampunan pada waktu sholat kita tinggal kebagian sedikittttttttttt banget. Gak mau kan?
Terkadang pula, menunda sholat tidak membuat kita lebih cepat mengerjakan pekerjaan yang sedang kita lakukan. Itu mungkin karena kita gak fokus karena sejatinya kita pengen segera sholat, iya kan?
Saya beberapa kali mengalami hal ini, menunda sholat yang berakibat tidak baik. Meski gak sampai meninggalkan sholat tapi ada rasa penyesalan dalam diri. Allah yang begitu sayang dan baik memberi kita kehidupan ini hanya menyuruh kita berdiri 5 kali sehari saja. Itu harga yang sangat murah dibanding apa-apa yang diberikan oleh Allah. Detak jantung, hembusan nafas, aliran darah, kaki yang masih melangkah, dan baaaaaaaaaanyaaaaak lagi.
Nah, dulu saya pernah menunda sholat magrib karena sedang mengerjakan tugas. Bapak Ibu saya sudah sholat, dan beberapa kali mengingatkan saya,
“Dik, ayo gek ndang sholat, kuwi dilanjutke ngko meneh” *
Saya, “sekedap, kantun sekedik niki”**
oke, saya melanjutkan pekerjaan, tinggal ngeprint. sialnya tinta habis. Itu mungkin adalah peringatan dari Allah swt. Tapi saya tidak menyerah dengan keegoisan saya. Saya menyuntikkan tinta kedalam printer, tiba-tiba ccrroottt!!! entah bagaimana caranya tinta muncat dan mengotori seluruh muka dan baju saya. Astagfirullah, saya langsung mengehentikan pekrjaan saya dan melaksanakan sholat.
Selanjutnya, baru-baru ini saya pulang dari sekolah. Waktu dhuhur sudah lama berlalu, tapi saya pikir….hmm saya sholat dikost saja. Lalu, pulanglah saya. Kemudian saya pulang kerumah di Sragen, oh My God…gara-gara menunda sholat tadi (mungkin) Allah mengingatkan saya dengan sangat lembut. Sepeda motor saya bocor sampai 3 kali hanya dalam 1 perjalanan pulang. Akhirnya Solo-Sragen yang seharusnya bisa saya tempuh 1 jam jadi 2,5 jam… sangat membuang waktu! Di tengan kebingungan waktu yang akan terbuang, untung seorang kawan memberi saran untuk mendengarkan radio. Waktu itu bahasannya tentang hadist, Alhamdulillah… waktu saya cukup terselamatkan!
Jadi, sebenarnya sholat adalah waktu kita mengembalikan konsentrasi dan merecharge iman agar hidup kita lebih tenang dan damai. Kalau tenang dan damai, maka insyaallah urusan-urusan kita pun akan mudah. Tidak benar kalau sholat bisa membuat pekerjaan kita tertunda, justru dengan sholat Allah akan membantu kita untuk lebih optimal dalam bekerja.
Sholat adalah wujud syukur kita atas rahmat Allah yang tidak terhingga, kalau kita bersyukur kan Allah akan menambah nikmatNya untuk kita.
Jadi, mari segera sambut seruan cinta Allah, 5 kali saja dalam sehari 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: