Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

My Special Idul Adha

on November 6, 2011

Selalu ada yang istimewa di idul adha…tahun ini apa ya?? Semakin memaknai idul adha… 
Pagi-pagi dapat sms dari rekan SKI FKIP, yang bunyinya
“Asslamualaikum, sedikit tausiyah dari ustad Hakim, tabiat kehidupan memang keras, butuh perjuangan dan pengorbanan. Namun pengorbanan akan antarkan orang pada kebesarannya, pengorbanan antarkan kaum pada kejayaannya. Belajar dari 2 putra Adam, siapakah yang diterima kurbannya? Yang terbaik. Belajar dari Ibrahim, apakah yang dia korbankan? Yang paling dicintai dan dinanti..,”
Subhanallah, rasanya mak jleb-jleb tiba-tiba langsung ingat juga tausiyah Ustad Hakim beberapa waktu yang lalu, “tanda keikhlasan seorang kader dakwah adalah saat dia dimintai pengorbanan”. Seketika juga teringat sms dari sekbid ketika di JN UKMI dulu mengenai beratnya jalan dakwah dan itu semua menuntut pengorbanan…
Aku mencintai Ibrahim yang hanif yang rela mengorbankan yang paling dicintai dan dinanti selama berpuluh-puluh tahun. Tapi aku belum mampu meneladaninya secara penuh. Teringat saa seruan rapat datang, “maaf mbak, saya ada tugas deadline besok.” Ada seruan mabit, “aduh, saya ada tugas kelompok di kost teman”, ada seruan munasoroh dan kajian, “saya ada jadwal kuliah, ada agenda lembaga…de el el”… Astagfirullah. Memang musuh terbesar dalam menjalani kehidupan dan menghambakan diri pada Allah ada dalam diri kita sendiri.
Pengorbanan. Adalah inti dari semua itu. Dan Allah akan membalas setiap pengorbanan yang dipersembahkan oleh hambaNya dalam bentuk apapun dan yang tidak pernah kita sangka-sangka. Namun terkadang sungguh kita lupa dengan janji Allah tersebut (maksudnya adalah diri saya sendiri**). Dengan dituntut adanya pengorbanan, maka akan tampaklah mana yang ikhlas, mana yang serius, mana yang totalitas, dan mana yang percaya dengan janji Allah. Semoga aku masuk dalam kategori tersebut…kuncinya, kembali memanagement waktu dan diri antara kepentingan pribadi, keluarga, lembaga, umat, dan yang paling penting kepentingan utama kita sebagai dai. Tidak ada kata terlambat untuk melakukan sebuh perbaikan. Bismillah, Idul Adha kali ini aku ingin berubah menjadi lebih baik. Semakin mencintai dan meneladani Ibrahim as dan Ismail as dengan mempersembahkan pengorbanan terbaik kepada Allah… Ya Allah, aku datang…. 
Idul adha ini pula, aku semakin mempercayai kekuatan mimpi dan besarnya rahmat Allah dan bahwa Allah akan mengabulkan mimpi-mimpi itu selama kita mau berusaha, berdoa, dan percaya! Beberapa tahun yang lalu Ayah saya qurban seekor kambing. Waktu itu saya berpikir…ya Allah aku ingin berkurban. Tapi apa bisa ya? Lalu saya mengambil sebuah blek bekas roti saya tulisi “Qurban 2012” rencanya saya mau berusaha supaya bisa qurban tahun 2012. Lalu saya berpikir ulang, “lama banget ya..” akhirnya tahun 2012 saya ganti dengan 2011. Bismillah…
Dan….tarraaa… Allah mengabulkan doa dan niat saya. Alhamdulillah tahun ini saya bisa mempersembahkan qurban. Semoga diterima oleh Allah…amin ya Rabb… saya semakin tidak ragu untuk bermimpi dan meminta padaNya bahkan menentukan waktunya, hehe… “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan aku kabulkan.” Ya saya percaya dengan janji-janji Allah… Terima kasih ya Allah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: