Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Ayah Nomor 1

on October 29, 2011

Setiap orang terlahir dari seorang ayah dan seorang ibu (kecuali nabi adam, nabi Isa, dan Hawa). Menjadi seorang ayah adalah tugas berat yang dibebankan oleh Allah kepada kaum yang disebut laki-laki. Menjadi  ayah adalah amanah yang berat karena seorang ayah tidak hanya wajib menjaga dirinya sendiri namun juga keluarganya (anak dan istrinya) dari api neraka. setiap orang berhak menilai ayahnya sebagai ayah nomor 1 karena memang dia cuma punya satu ayah…hehe,

Tapi inilah yang saya lihat,

ayah saya alhamdulillah punya pekerjaan tetap yang menurut saya tidak terlalu berat (PNS) setipa hari berangkat ke kantor pukul 7 dan pulang pukul 14.00, di kantor menempati meja kerjanya dan hanya tandatangan dan rapat sana sini. Tapi bukan berarti saya mengecilkan usaha ayah saya untuk memberikan nafkah terbaik. Ayah saya mungkin tidak bekerja dibawah terik matahari, tapi ayah saya punya tanggungjawab yang besar untuk pendidikan di suatu tempat.

Namun, saya sangat terkesan dengan ayah-ayah nomor satu yang lain. pernah suatu ketika acara pengambilan raport di sekolah waktu saya SMP. dulu saya masih berpikir semua teman2 saya punya kehidupan yang sama, ayahnya punya pekerjaan yang sama, dan kehidupan kami pasti juga hampir sama. Namun, saat itu ayah saya datag dengan pakaian rapi dan naik sepeda motor, lalu saya melihat ayah-ayah teman saya ada yang datang dengan becaknya dan ada yang datang dengan tongkatnya. saya melihat mereka begitu bersemangat untuk melihat hasil belajar anak-anaknya (yang selama ini diperjuangkan dengan airmata dan keringat). Waktu itu saya sadar, betapa saya harus bersyukur dengan apa yang saya punya, dengan apa yang ayah saya punya. apapun pekerjaan ayah kita, itu adalah jihadnya. dan semua anak punya kewajiban yang sama, membahagiakan orang tuanya. semua orang tua bekerja untuk anaknya apapun pekerjaannya, dan anak-anak yang diperjuangkan sudah sewajarnya pulang dengan membawa kebahagiaan yang akan menghapus segala lelah ayah kita.

Ada lagi, baru-baru ini saya melihat seorang ayah menjemput dua anaknya pulang sekolah dengan menaiki sepeda ontel, sangat romantis dan menyentuh. bagaimana ikhlas dan ringannay sanag ayah membonceng kedua anaknya di tengah terik matahari. Sedangkan saya saat itu menaiki sepeda motor, betapa saya tidak sebanding dengan ayah tadi.

Subhanallah, Allah tidak menilai dengan cara manusia.Apa yang ayah-ayah kita lakukan untuk kita adalah jihad dan Allah yang akan menilainya. Apapun pekerjaan ayah kita, itu semua terhormat sepanjang halal, manusia tidak berhak menilai pekerjaan mana yang lebih tinggi derajatnya atau apa karena nilai dari pekerjaan itu hanya  Allah yang berhak menilai. Bisa saja pejabat itu dianggap lebih baik, namun belum tentu dia lebih baik dibanding tukang becak…

banggalah, Bagaimanapun Ayah kita, dia adalah ayah nomor 1 di dunia!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: