Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Notes From Qatar… dan Dahsyatnya sedekah

on October 23, 2011

Muhammad Assad, saya tidak mengenalnya hanya sempat beberapa kali mnelihatnya di TV sedang membicarakan bukunya berjudul Notes From Qatar. Sejak pertama tahu buku itu saya langsung punya feeling, ni buku pasti bagus, based on true story. Dan ternyata dugaan saya benar. Dengan kemasan yang ringan, Assad mampu ‘mengajarkan’ banyak hal tanpa menggurui kita. Salah satu tulisannya mengenai dahsyatnya sedekah, ceritanya sedikit tidak masuk akal tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah dalam membalas ibadah hambaNya (ceritanya gimana? Ayo segera beli bukunya…insyaallah gak akan nyesel).
Nah, saya ingin berbagi mengenai dahsyatnya sedekah yang saya rasakan. Tidak perlu jauh2, pagi hari dimana saya membeli buku Notes From Qatar, sorenya saya mendapat kejutan dari teman saya, sebuah buku yang sudah saya incar, “Ranah 3 Warna” lanjutannya “Negeri 5 Menara”. Saya merasa sangat senang, setelah paginya mewujudkan impian membeli buku NFQ, sorenya kejatuhan buku bagus lagi. Entah ada hubungannya atau tidak yang jelas saya ingat betul sebelum hari itu saya sengaja menyisihkan uang untuk bersedekah dan saya berpikir bahwa inilah ganti dari Allah untuk uang yang saya sedekahkan. Kalau dihitung-hitung hampir 10 kali lipat harganya dengan uang yang saya sedekahkan (lalu saya berpikir, kalau saya sedekahnya lebih banyak pasti Allah juga akan menggantinya lebih banyak, hehe).
Kisah lain tentang dahsyatnya sedekah juga saya alami 2 tahun lalu. Kala itu saya dihubungi seorang teman dari Purbalingga, dulu kenalan waktu masih sama2 nyari tempat kuliah di Jogja. Ceritanya sekarang dia kuliah di salah satu universitas negeri di purwokerto, tapi dia tidak betah dan berniat pindah kuliah, UNS pun menjadi tujuannya. Di hari terakhir pendaftaran swadana, dia berangkat dari rumahnya pukul 6 pagi dan perkiraan pukul 12 siang sudah sampai di Solo. Namun, semua tidak seuai rencana, pukul 14.30 saya disms bahwa dia baru masuk wilayah Jogja padahal dia belum daftar online dan membayar registrasi ke bank. Saat itu dia menghubungi saya dan minta tolong untuk diurus semua keperluan karena paling lambat untuk daftar online dan registrasi ke bank pukul 15.00. waktu itu saya sedang ada di sebuah forum penting. Saya agak dongkol dengan permintaan dia tapi mau bagaimana lagi,,,akhirnya saya ijin dari forum dan meluncur mengurus semuanya. Diawali dengan pergi ke kost dan minta-minta uang ke mbak-mbak kost untuk mbayar ke bank, lalu ke warnet untuk registrasi. Waduh, formnya banyak banget…saya sempat stress. Tapi kemudian teman saya pengertian dan menelepon saya untuk memandu pengisian semua form. Saya hanya mengeluarkan uang 2000 untuk ngeprint dan bayar parkir. Selesai! Pukul 18.00 dia tiba di gerbang UNS. Saya terenyuh sekali ternyata dia jauh2 menempuh perjalanan 12 jam dalam keadaan sakit, tepatnya dia baru saja mengalami kecelakaan dan kakinya terluka agak parah. Saya jadi menyesal tadi menolong dengan sedikit dongkol. Sayang sekali kami sudah terlambat. Tempat pendaftaran sudah tutup. Saya memutat otak dan akhirnya, dengan memelas kami mohon kepada petugasnya agar mau menerima berkas2 pendaftaran teman saya. Berhasil, bapak petugas akhirnya luluh dan menerima berkas kami.
Singkat cerita saya akhirnya dia diterima di salah satu jurusan di FKIP UNS sesuai yang diinginkan. Saat itu saya sangat senang dan tidak memikirkan apa-apa lagi, ternyata disinilah Allah menunjukkan kekuasaannya, teman saya itu memberi saya uang 200.000 sebagai ucapan terima kasih. Awalnya saya tidak mau menerima karena memang saya tidak membantu apa-apa, hanya membayar ke bank dan mendaftar online itupun dengan dongkol, masalah dia diterima itu karena memang dia pintar. Tapi akhirnya saya tidak kuasa menolak (hehe…). Kalau dihitung2 saya hanya mengeluarkan uang 2000 kala itu dan kini diganti oleh Allah 200.000, subhanallah 100 kali lipat. Saya sangat bersyukur… (kalau saja saya lebih ikhlas, pasti Allah akan memberi lebih banyak, hehe). Itu tadi baru menolong orang lain entah bisa dikatakan sedekah atau tidak. Tapi yang jelas Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan hambaNya dan selalu membalas pengorbanan hambaNya dengan jauh lebih baik… sejatinya apa-apa yang kita korbankan di jalan Allah itu tidak pernah berkurang bahkan terus bertambah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: