Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Reinkarnasi Semangat Mengejar Mimpi (Penyesalan akan Langkah yang Sempat Terhenti)

on October 19, 2011

Aku berbicara pada jiwaku yang lama diam tak lagi bermimpi

Apalagi melangkah dan menguatkan azzam untuk mewujudkannya

Duhai jiwaku yang selalu tinggi bermimpi

Maafkan aku yang larut dalam lelahnya berjuang mewujudkan mimpi-mimpi yang kita rangkai bersana

Terlalu banyak kegagalan yang telah aku alami

Aku ingin berhenti dan bersikap lebih realistis terhadap apa yang aku punya

Oh, Tuhanku yang memeluk mimpi-mimpiku

Maafkan aku yang tak lagi ramah dengan doa-doa di setiap malamku

Sungguhpun aku yakin pintu harapan itu tidak pernah tertutup untukku

Jiwaku yang sepi,

Aku sudah kembali dengan mimpi-mimpi yang dulu kita janjikan bersama

Aku siap kembali berjuang, sudah cukup banyak waktu yang aku buang

Saat yang lain tengah bertarung mati-matian melawan nasib…

Aku hanya termangu dan menghitung kesempatan

Kini sudah cukup aku mendholimi diri kita…

Langkah ini makin kumantapkan

Aku kini lebih mengerti kenapa kita dulu bermimpi

Ternyata Allah lah yang  memerintahkannya…

Jiwaku yang telah lama menunggu, keberhasilan itu makin dekat…

Aku akan berjuang untuknya, untuk menegakkan prinsip hidup kita

Untuk membuka mata dunia dunia dan membuka mata kita terhadap dunia

Jiwaku yang tenang, bersiaplah

Aku sudah kembali dengan semangat dan harapan baru…

Sebuah kata yang tak mungkin aku lupakan,

Bukan sebuah memoar keberhasilan yang patut dibanggakan memang, tapi kelak aku mewujudkan mimpi2 kita mereka adalah orang-orang pertama yang akan aku banggakan…

UntukMu ya Rabb…yang selalu membimbing aku saat aku mulai acuh dan meragukanMu, untuk kesehatan dan kesempatan yang aku lewatkan, ampuni aku ya Rabb…

Ayah dan ibuku, motivasi terbesarku yang hingga saat ini tidak pernah lelah mendoakan aku dan menanti aku pulang dengan sejuta kebahagiaan.

Untuk sahabat-sahabatku…

Reni, yang senantiasa sabar dalam menghadapi aku yang banyak salah dan lupa. Malam ini aku membuka sebuah buku pemberiannya, aku melihat tulisan “untuk sahabatku yang tak pernah lelah mengejar mimpi-mimpinya”… sungguh kata-kata itu membakar jiwaku malam ini. Aku mencintaimu sahabatku….

Kelurga besar… ambon, erny, ari, tm, ifa, dik nia kawan2ku yang hebat dengan segala kepribadiaannya. Kalian membuat aku selalu bahagia dan lengkap. Semoga kita disatukan pula dalam surgaNya

Pak kris… foto2nya di Amerika membuat aku terus berjanji untuk kesana dan melakukan hal yang sama, bahkan lebih… Beliau mengajarkan aku untuk percaya pada diriku, optimis, dan membuka kebanggaan pada diriku sendiri. Terima kasih Bapak…

Dik kalis…yang sore ini menyentak dengan perkataannya, “piye mbak, tek during progress, wis meh deadline lho…, ayo mbak berjuang…” Adikku, aku mencintaiMu karena Allah…

Keluargaku di LSP, mesti sering bertengkar kita tidak akan pernah bercerai…

Andi dan saudariku Puji,,, yang selalu mengingatkan aku untuk mendedikasikan hidup ini untuk Allah, terima kasih…

Rekan-rekan yang teguh berjuang di jalan dakwah, kalian luar biasa! Aku bangga menjadi bagian dari kalian meski tak banyak yang aku berikan…

Murobbi-murobbi ku dan rekan2 dalam lingkaran halaqoh yang aku cintai, yang mengiringi setiap perjalanan dan keputusan2 penting dalam hidup…

Advertisements

2 responses to “Reinkarnasi Semangat Mengejar Mimpi (Penyesalan akan Langkah yang Sempat Terhenti)

  1. tulisannya bagus2 …
    mampir baca ya.

  2. monggo…hehe
    ini adalah blog iseng2an yang saya hasilkan dari kebingungan mau curhat ke siapa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: