Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Amanah itu Penjaga

on October 10, 2011

Aku melihat mereka yang tak lagi beramanah menjadi futur. Dulu mereka adalah singa-singa yang kukuh berjuang, kini mereka seakan tenggelam dan larut dalam kehidupan yang samasekali baru. Ada banyak orang yang kini mengungkapkan ingin berhenti dari amanah dan menjalani kehidupan yang baru. Aku katakana, tidak! Dulu aku pernah ingin melakukannya, namun aku diingatkan bahwa amanah itu tidak akan pernah pergi dariku. Kemanapun aku pergi dan melangAku melihat mereka yang tak lagi beramanah menjadi futur. Dulu mereka adalah singa-singa yang kukuh berjuang, kini mereka seakan tenggelam dan larut dalam kehidupan yang samasekali baru. Ada banyak orang yang kini mengungkapkan ingin berhenti dari amanah dan menjalani kehidupan yang baru. Aku katakana, tidak! Dulu aku pernah ingin melakukannya, namun aku diingatkan bahwa amanah itu tidak akan pernah pergi dariku. Kemanapun aku pergi dan melangkah akan senantiasa ada amanah bagiku. Dan amanah itu tidak pernah lebih mudah, sebaliknya amanah senantiasa bertambah karena Allah menginginkan kita menjadi lebih baik. Kalaupun aku tak lagi disini, pasti di suatu tempat akan senantiasa ada amanah yang menanti. Amanah itu tidak bisa ditolak atau diterima, namun amanah bisa dijalankan atau tidak dijalankan. Sama seperti hidup. Kita tidak bisa menerima atau menolak untuk hidup, namun kita bisa memilih hendak menjadi hamba yang patuh atau membangkang.
Selayaknya amanah adalah kehormatan yang diberikan oleh Allah kepada manusia darimanapun perantaranya. Dari orang tua, dari qiyadah, dari guru dan lain-lain. Dengan amanah waktu kita akan menjadi lebih efektif karena ia senantiasa terjaga. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Setelah selesai dari satu urusan maka dia akan bersegera dengan urusan yang lain. Itulah yang dilakukan oleh orang-orang yang memegang amanah.
Amanah juga membuat kita lebih dekat dengan Allah. Apalah artinya kekuatan manusia untuk mengemban amanah apalagi yang berhubungan dengan orang banyak. Segala kekuatan, kesabaran, ketenangan hanyalah berasal dari Allah swt. Maka tidaklah heran apabila mereka yang mengemban amanah menghabiskan malam-malamnya dengan berkhalwat dengan Allah swt memohon untuk diberika pundak yang kuat untuk mengemban amanahnya.
Ketika kita tidak lagi beramanah maka kita mungkin akan merasa bebas, terbebas dari segala tanggungjawab lalu akhirya waktu kita tidak lagi terjaga dan waktu kita bermanja dengan Allah akan semakin berkurang. Maka aku menghargai amanah apapun yang diberikan kepadaku selama aku mampu. Sejatinya amanah itu datang dari Allah. Kalau kita diberi kesehatan, waktu, dan kesempatan oleh Allah maka kenapa kita merasa berat bekerja untuk Allah.
kah akan senantiasa ada amanah bagiku. Dan amanah itu tidak pernah lebih mudah, sebaliknya amanah senantiasa bertambah karena Allah menginginkan kita menjadi lebih baik. Kalaupun aku tak lagi disini, pasti di suatu tempat akan senantiasa ada amanah yang menanti. Amanah itu tidak bisa ditolak atau diterima, namun amanah bisa dijalankan atau tidak dijalankan. Sama seperti hidup. Kita tidak bisa menerima atau menolak untuk hidup, namun kita bisa memilih hendak menjadi hamba yang patuh atau membangkang.
Selayaknya amanah adalah kehormatan yang diberikan oleh Allah kepada manusia darimanapun perantaranya. Dari orang tua, dari qiyadah, dari guru dan lain-lain. Dengan amanah waktu kita akan menjadi lebih efektif karena ia senantiasa terjaga. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Setelah selesai dari satu urusan maka dia akan bersegera dengan urusan yang lain. Itulah yang dilakukan oleh orang-orang yang memegang amanah.
Amanah juga membuat kita lebih dekat dengan Allah. Apalah artinya kekuatan manusia untuk mengemban amanah apalagi yang berhubungan dengan orang banyak. Segala kekuatan, kesabaran, ketenangan hanyalah berasal dari Allah swt. Maka tidaklah heran apabila mereka yang mengemban amanah menghabiskan malam-malamnya dengan berkhalwat dengan Allah swt memohon untuk diberika pundak yang kuat untuk mengemban amanahnya.
Ketika kita tidak lagi beramanah maka kita mungkin akan merasa bebas, terbebas dari segala tanggungjawab lalu akhirya waktu kita tidak lagi terjaga dan waktu kita bermanja dengan Allah akan semakin berkurang. Maka aku menghargai amanah apapun yang diberikan kepadaku selama aku mampu. Sejatinya amanah itu datang dari Allah. Kalau kita diberi kesehatan, waktu, dan kesempatan oleh Allah maka kenapa kita merasa berat bekerja untuk Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: