Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Bingung

on September 22, 2011

Saya jadi bingung dengan keadaan sekarang dalam diri saya dan disekitar saya..hmmm… kata seorang teman dulu itu kalau kita sedang bingung jangan dipendam dalam pikiran atau hati saja. nanti jadi benang kusut. lebih baik diurai satu per satu dan saya mengartikannya untuk menuangkannya satu per satu lalu dibuat langkah permasalahannya dan yang terpenting segera benar-benar melakukannya.
saya bingung dengan keadaan saya sekarang. sebuah komitmen yang saling berhubungan dengan komitmen-komitmen lainnya, padahal masih satu tubuh. padahal saya cuma satu dan harus membagi-bagi diri saya untuk memikirkan banyak hal. seandainya saya orang yang hebat pasti tidak akan jadi masalah. sayangnya, saya masih jjjaaaauuuuhhhhh dari hebat. terlintas pikiran untuk membelah diri,hehe
lalu saya berpikir (lagi),,,dengan semua nikmat yang saya punya sekarang sungguh tidak ada alasan untuk bingung atau mengeluh, Ya Allah…betapa aku masih kurang bersyukur. teringat para pendahulu umat Islam yang mampu menjalankan banyak peran secara baik sebagai pedagang, ayah, suami, da’i, tentara, bahkan komandan perang, dan mereka semua…manusia biasa.
saya juga bingung dengan seorang pemimpin yang merasa “kenapa setiap ada masalah selalu aku yang dituju?” saya malah balik bertanya, “kalau gak ke kamu terus ke siapa? itu tandanya kamu masih kami anggap ada.”. ini adlah masalah yang sangat complicated secomplicated orangnya. seorang pemimpin yang dimintai tolong ketika mendapat kesusahan bukankah memang seharusnya seperti itu? kata Seorang teman dari IPB “memimpin adalah menderita. mereka yang menginginkan tepuk tangan dan pujian silakan keluar dari arena persaingan menjadi pemimpin. berjuang tanpa tepuk tangan.” tapi saya juga memahami kondisinya yang sedang galau dan banyak tuntutan, ya mencoba memahami. bukan berarti keadaan seseorang itu menjadi wataknya. bisa jadi memang dia sedang galau dan lebih bingung dari saya. maklum, menjadi pemimpin pasti banyak tekanan dan tuntutan.
hal lain dalah tuntutan. saya merasakan banyak sekali tuntutan, dari teman-teman, dari adik-adik yang beraneka rupa warnanya, dari orang tua, dan dari dalam diri sendiri. kalau tidak dilakukan dengan baik dan benar saya bisa gila. tapi mari melihat lebih dalam, bukankah karena ada tuntutan-tuntutan itu kita hidup dan bergerak? karena ada orang-orang yang menaruh perhatian besar pada kita, karena itulah kita harus bertahan dan memberikan yang terbaik, bukan kekecewaan. hmm…memang hidup ini kalau dipahami dari segi positif tidak akan yang jelek, semuanya indah seperti pelangi,,,semoga aku lebih bisa memahami ini semua sehingga kebingungan ini tak berlangsung lama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: