Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Tiada Masa Paling Indah, Masa-masa di Sekolah

on September 18, 2011

Saya menyadarinya saat mengamati siswa-siswa SMA 1 solo yang sedang pulang sekolah. Pikiran saya langsung kembali kepada kehidupan saya 3 tahunan yang lalu saat saya masih duduk bi bangku SMA. Seragam putih abu-abu, sepatu piero, tas bodypack, dam motor revo. Saya dulu pasti sangat lucu dengan seragam itu terlihat gendut dan pendek (memang begitu kenyatannya) tapi saya bahagia. Sekarang saya kembali ke sekolah dengan posisi dan keadaan yang berbeda. Pakaian saya lebih berwibawa dan sepatu saya sudah berhak agak tinggi. Wajah saya juga pastinya semakin matang (baca:tua, hehe). Masa-masa itu adalah masa yang monoton namun tetap saja indah adanya. Kalau mungkin yang lain pacaran di masa SMA saya sudah membenamkan diri saya dalam organisasi yang berupa warnanya. Ada OSIS, rohis, pramuka, dan mavissa. Keterlibatan saya di ROHIS menyebabkan saya jauh dari pacaran. Tapi bukan berarti saya matirasa, saya juga manusia biasa. Tapi rohis mengarahkan saya ke arah yang ‘bagi saya’ terbaik.

Pramuka adalah tempat melepas penat. Disinilah saya mendapatkan keluarga yang masih solid sampai sekarang. Hobi kemah, latihan, ngumpul-ngumpul, dan makan-makan. Selepas amanah di pramuka jadilah geng kami FF (Friends Forever) dan sampai sekarang masih eksis. Dengan pramuka saya bisa mengenal banyak orang dan jalan-jalan gratis tentunya dengan tumbal nilai yang menurun karena kesyikan bolos, astagfirullah. Tapi Alhamdulillah saya bisa membuktikan pada akhirnya bahwa organsisasi tidak menyebabkan saya menjadi orang yang bodoh. Kegiatan lain dipenuhi dengan belajar dan belajar, di sekolah, tambahan, dan les di lembaga bimbingan belajar. Teman-teman di OSIS layaknya di rohis, diisi orang-orang yang sama. Sedangkan di mavissa saya belajar tertarik tentang jurnalistik. Sampai sekarang saya masih tertarik, namun hanya tertarik saja belum ada keseriusan untuk bisa eksis keluar masuk Koran.

Itu adalah masa yang paling indah, saat kita merasakan euphoria merayakan kedewasaan dengan cara masing-masing. Itu akan senantiasa tergambar dalam benak dan pikiran saya. Masa yang akan saya ceritakan kepada anak-anak saya kelak. Saya bersyukur dengan semua yang sudah saya lewati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: