Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Muhasabah dari Mereka yang Mencintaiku

on September 18, 2011

Bismillah.
Lebih mudah untuk memimpin daripada membina
Dibutuhkan sebuah kefahaman dalam membina
Namun bagaimana kefahaman ini akan muncul ketika ego masih membelenggu jiwa?
Ego yang membuat kita menjadi asyik dengan ‘kesibukan’ kita sendiri sehingga membuat kita abai dengan binaan kita,
Ego yang membuat kita berfikir. “ah pasti sudah mereka urus, aku gak usah terlalu memikirkannya.”
Mungkin kita sudah merasa bahwa kita cukup memahami binaan kita
Tapi apa mereka juga merasakan hal yang sama?
Malangnya binaan kita..
Ketika mereka membutuhkan perhatian dan bantuan,
Kita sedang merasa bahwa kita sudah memberikan perhatian yang cukup
padahal belum…
jangan salahkan binaan kita ketika mereka menjadi future pada akhirnya karena kurang perhatian dan kefahaman kita kepada mereka
menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa….??

*** pagi-pagi buta saya menerima sms itu dari adik saya di organisasi seperti ada yang mengetuk pintu dan mengatakan, “kakak, sudah berapa lama kakak tidak menyapa kami? Menanyai kabar kami? Membersamai kami? Merangkul kami?” sungguh sebuah pengingatan yang sangat mengena. Jebakan kesibukan selalu bisa melenakan kita. Dan saya terlena. Ketika saya sibuk mengurusi urusan saya sendiri sampai sedemikian lelahnya, saya lupa dengan adik-adik saya yang begitu merindukan saya. Mungkin sebuah kontribusi yang berat yang mereka inginkan, barang hanya kehadiran dengan muka manis… dan saya perlahan lupa dengan itu semua.

Layaknya sebuah amanah, dia adalah hal yang paling berat yang diciptakan Allah swt. Amanah menyita semua pikiran dan tenaga kita hingga kita tak mampu. Amanah akan terus datang dan baru akan berakhir ketika kaki ini menapak di surga. Amanah tidak dapat ditolak, ia hanya bisa dilaksanakan atau diabaikan. Amanah adalah kehidupan banyak orang, ketika kita lalai seungguh berapa banyak manusia yang akan terluka. Dan kau baru saja melakukannya..

*** adik-adikku yang aku cintai karena Allah, semoga aku masih bisa kalian maafkan dan mendapat ampunan dari Allah. Atas kealpaan dan ketidakmampuan menjadi kakak dan pemimpin yang baik ini semoga menjadi cambuk untuk terus memperbaiki diri. Syukurku karena aku mempunyai kalian, adik-adik yang peduli dan mau mengingatkan aku. Beginilah seharusnya sesame muslim. Aku akan memperbaiki diri. Aku bangga kalian menjadi gelisah dengan keadaan ini karena orang-orang gelisah itulah yang akan senantiasa bergerak dan memotori perubahan. Karena kalian yang akan melanjutkan perjuangan ini. Karena kau tau ada yang salah dan tidak pas makanya kau gelisah dan harus bergerak. Mereka yang hanya diam akan terus kecewa, dan mereka yang tidak gelisah tidak akan merasakan apa-apa.

***pemimpin adalah manusia biasa dengan sejuta peluang berbuat salah. Sudah seharusnya ia mau diingatkan. Begitupun mereka yang dipimpin harus membantu pemimpin untuk bisa menjadi lebih baik. Karena sesungguhnya manusia yang menjadi pemimpin itu tengah berada dalam situasi yang pahit dan penuh penderitaan. Maka ringakanlah dengan menjaganya, membantunya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: