Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Ustad dan Ustadah di SMA 1 Solo

on September 15, 2011

Untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di SMA negeri 1 surakarta di pagi yang cerah dengan penampilan dan seragam baru. PPL dimulai. Dengan sepatu yang agak kedodoran (karena kaos kakinya tipis) saya memantapkan langkah memasuki SMA yang katanya terbaik di Surakarta, semoga itu benar adanya. Siswa-siswa memandang sengan sedikit heran dengan kedatangan kami. Namun saya mencoba percaya diri. Kami langsung disambut oleh salah satu guru yang mengarahkan kami menuju ruang multimedia. Ruangan itu seperti tempat konferensi (fakultas saya saja tidak punya,hehe). Selama seminggu kedepan kami akan di ‘ospek’ untuk mengenal SMA I Surakarta.
Satu hal yang membuat saya cukup heran dan bangga di hari pertama saya adalah guru-guru di SMA ini ustad semua. Bagaimana saya tidak berkata demikian, pembukaan sambutan saja layaknya kayi yang hendak mulai ceramah. Setelah tu di sela-sela sambutan dan pengarahan akan diselingi dengan hikmah dan tausiyah bahkan dalil. Alhamdulillah saya mendapat tempat yang tepat untuk bisa menjaga hati saya yang galau. Memang seharusnya begitulah profil mendidik. Mendidik dengan akhlak yang baik. Internalisasi nilai-nilai agama dalam sekolah bukanlah hal yang tabu apalagi salah. Fitrahnya Islam merupakan agama yang sempurna dalam berbagai aspek. Dan saya ingin menjadi seperti guru-guru disini, mendidik dengan keteladanan yang baik dan membawa siswa-siswa saya untuk selalu ingat kepada Tuhannya.
Hal lain yang membuat saya tercengang adalah masuk sekolah SMA di Solo ternyata pukul 06.30 dan tentunya saya akan melakukan itu untuk 3 bulan kedepan. Bukan masalah saya tidak bisa bangun pagi atau saya malas (hehe) tapi saya terbayang betapa hidup saya akan lebih ‘tertata’. Pagi buta saudah harus bangun lalu menuju sekolah sampai pukul 12. Setelah itu waktunya organisasi dan kuliah sampai adzan magrib menjelang. Malamnya disibukkan dengan tugas kuliah. Subhanallah, ini bukan siksaan walau saya sempat syok pada awalnya. Akhirnya saya menyadari bahwasanya Allah begitu sayang hingga Dia memberi kesempatan bagi saya untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Semua hal yang terjadi di dunia ini adalah baik adanya tinggal bagaimana kita menginterpretasikannya… seorang guru professional akan siap berangkat sepagi apapun dengan semangat membagi ilmu dan jihad di jalanNya… Salah satu guru mengatakan, di surga nanti kaplingan terbesar akan ditempati oleh para guru, aminn ya Allah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: