Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

GURUKU TERCINTA

on September 15, 2011

“Waktu itu sedang hujan deras dan kami menunggu Bu Mus di dalam kelas yang bocor. Kami berpikir Bu Mus tidak akan datang. Namun, di sisa-sisa harapab kami bu Mus datang dengan berpayung pelepah daun pisang”
Ini bukan cerita mengenai murid yang jatuh cinta pada gurunya seperti yang kita lihat di sinetron atau film di Indonesia. Guru. Sebuah profesi yang sangat saya banggakan dan akan saya geluti di masa yang akan datang. Saat ini saya tengah memasuki masa latihan untuk bisa menajdi guru professional di kawah candradimuka bernama SMA Negeri 1 Surakarta. Dan kini saya pun teringat akan guru-guru saya yang sedikit banyak telah mengantarkans aya sampai di titik ini,,,titik dimana saya akan meneruskan perjuangan mereka, guru-guruku tercinta..
Guru adalah orang yang ikhlas mengorbankan dunianya untuk kita anak-anaknya. Setiap malam mereka belajar untuk bisa mnegajari kita. Mereka begadang untuk bisa menyelesaikan nilai kita, membuat soal dan sebagainya bahkan anaknya sendiri seringkali menajdi nomor dua setelah murid-muridnya. Bukan, ini bukan semata karena kewajibannya tapi karena kerelaannya. Bahkan guru SMA saya ada yang rela pulang-pergi madiun-sragen setiap hari untuk mengajar karena beliau juga punya keluarga untuk diurusi.
Guru adalah orang yang paling peduli dengan masa depan kita. Dialah yang paling galau ketika kita mendapat nilai jelek atau tidak memahami pelajaran. Dibalik ketegasan sikap dan caranya mengajar, mereka tengah memikirkan masa depan kita anak-anaknya hingga dalam tiap doa yang dipanjatkan dia memasukkan nama kita di dalamnya.
Guru adalah orang yang paling sakit hati dengan kegagalan kita. Pernah ketika saya SMA menjelang ujian salah satu pelajaran kami sudah bertanya ‘Bu, remidinya kapan?’ entah bagaimana perasaan guru saya saat terlontar kata itu dari mulut kami. Perjuangannnya untuk memberikan pemahaman kepada kami hanya berbuah pesimisme yang luar biasa
Hingga saat kita nanti sudah menjadi orang yang sukses dengan rumah megah dan mobil mewah, guru-guru kita akan tetap menjadi seperti sekarang. Namun saya yakin beliau sangat bahagia dengan apa-apa yang kita raih. Sayangnya, banyak murid yang lupa akan gurunya, orang tua yang sudah membesarkannya dengan hati dan ilmunya.
Kini saya tengah belajar menjadi guru. Terbayang hukum karma yang sangat mungkin terjadi pada saya yang cukup sering cuek dengan pelajaran. Saya hanya berharap semoga saya diberi kelancaran nantinya dalam perjalanan saya meneruskan pekerjaan paling mulia di dunia dan akhirat Seorang guru yang ilmunya senantiasa bermanfaat, amal jariyahnya termanifestasi dari murid-muridnya dan dia mempunyai banyak anak-anak soleh yang akan senantiasa mendoakannya kelak, kita dan murid-murid kita. Makin tidak sabar untuk menjadi guru…. ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: