Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

BECOMING A TEACHER

on September 15, 2011

Memasuki minggu-minggu PPL yang akan berlangsung selama tiga bulan kedepan, serasa ada yang berbeda dalam hidup. Rutinitas mulai berubah, managemen waktu berubah, begitu juga sikap dan perilaku. Kini dengan seragam putih hitam layaknya seorang guru, ada semacam tanggungjawab baru yang hendak diemban. Ya, masaku menjadi huru semakin dekat. Tidak terasa 3 tahun lamanya aku sudah bergulat dengan materi-materi yang menyiapkanku untuk menjadi guru. Kini saatnya sudah tiba, walau baru belajar.
Alhamdulillah, sebuah ujian dan nikmat ditempatkan di salah satu SMA terbaik di Indonesia (hehe, peringkat 2 RSBI nasional). Di satu sisi aku merasakan kebahagiaan luar biasa akan apresiasi ini. Kesempatan yang didambakan oleh mungkin semua mahasiswa FKIP untuk bisa mengajar di SMA ternama dan aku mendapat kesempatan itu. Di sisi lain, aku dilanda kegelisahan luar biasa. Teringat dengan murid-murid pilihan yang akan aku hadapi, ketakutan tidak bisa maksimal dan ketakutan-ketakutan lain menghantui sejak jauh-jauh hari. Namun, semua berubah saat aku memakai seragam ini. Baju putih dengan dua buah saku dibagian depan dipadu dengan rok warna hitam dan sepatu pantofel. Yah, aku seorang guru. Ada kebahagiaan luar biasa yang membuncah. Sepagian aku tertawa sendiri merasa bangga dan terharu karena perjuangan selama 3 tahun ini telah hampir mencapai titik akhir. Semoga diberi kelancaran. Ya Allah, semoga murid-murid ku adalah siswa-siswa yang pandai dan berakhalakul karimah sehingga aku mampu belajar banyak dari mereka dan aku juga bisa memberi kemanfaatan bagi mereka amin… aku tidak berangkat sendiri, aku membawa nama baik prodi bahasa inggris, nama baik pak furqon, nama baik almamater tercinta.
Satu hal yang mengganjal. Seringkali penempatan di sekolah mitra menimbulkan penilaian yang lebih jauh. Mereka yang ditempatkan di sekolah favorit akan dianggap paling pintar dan sebaliknya. Bagi saya, dimanapun itu seorang guru professional akan siap ditempatkan dimana saja. Penilaian orang mengenai derajat kepandaian tdiaklah begitu penting. Tanggungjawab sebagai guru adalah untuk mendidik murid-muridnya agar bisa mandiri dan tahu banyak hal bukan menunjukkan sayalah yang paling pandai (tapi kepandaian juga penting lhoo). Nilai baik bukanlah jaminan mampu mendidik dengan baik. Tidak masalah dimanapun kita ditempatkan, urusan kita adalah dengan tanggungjawab masing-masing. Menjadi guru yang berkarakter yang siap dengan segala medan. Dia tidak pilih-pilih sekolah atau murid. Baginya semua murid mempunyai kesempatan yang sama untuk sukses dan seorang guru mengantarkan mereka semua menuju kesuksesan masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: