Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

8 Alasan untuk tidak Pacaran

on September 15, 2011

Ini adalah pendapat untuk kalangan sendiri, yang saya rasakan… (dan teman2 saya pun turut mengamini, haha). Mengenai tingkat keterterimaannya saya tidak menjamin. Kita masing-masing dianuherahi pikiran dan hari untuk bisa menilai. Maka keputusan adal di tangan masing-masing orang, tentunya dengan konsekuensi masing-masing pula. Adapun 10 alasan tidak pacaran adalah sebagai berikut:
1. Dekat dengan dosa. Ini sudah dijelaskan dialquran (semoga saya tidak salah mecomot ayat). “dan janganlah kamu mendekati zina” padahal kata rosulullah zina itu banyak macamnya. Zinanya tangan dengan menyentuh, zinanya mata dengan melihat, zinanya hati dengan membayangkan. Selain itu, kalau orang pacaran umumnya mereka berdua-duaan, nah tau kan yang ketiganya siapa? Berduaan itu tidak hanya fisiknya yang dilarang namun juga secara psikis. Bagaimana bisa? Kalau misalnya sms-an sampai kita tau sedang apa, dimana, dengan siapa dan bla bla kontan tercipta suasana milik berdua.
2. Buang-buang waktu. Yah, waktu kita bisa lebih produktif untuk melakukan hal yang lain daripada sms, telfon, atau ngobrol berdua.
3. Gak mandiri. Makan minta ditemenin, belanja minta dianterin, nyeberang jalan minta digandeng, nangis pinjem bahu, sakit minta dibeliin obat. Please deh, kapan mandirinya?
4. (khusus untuk orang-orang yang punya tanggungjawab moral pada orang lain). Kita dalah orang-orang public yang akan senantiasa dilihat bahkan ditiru segala tindakannya. Kesalahan satu orang bisa menurunkan harga diri banyak orang. Kita tidak hidup sendiri, kita mewakili keluarga, komunitas, organisasi, masyarakat, dll.
5. Belum waktunya. Pacaran di usia yang terlalu dini serasa terlalu jauh dari visi akhir, yakni sebuah pernikahan makanya rentan putus ditengah jalan dan hambatan yang laiinya. Beda kalau menjalin hubungan yang sudah pasti tanggal dan visinya, insyaallah keduanya bisa menjaga.
6. Jodoh itu sudah diatur oleh Allah swt. Siapa jodoj kita dan kapan kita bertemu dengan jodoh kita merupakan hal yang sudah ditetapkan oleh Allah swt sejak sebelum kita lahir. Nah, bukan berarti akan turun bidadari brregg dari langit namun tentunya dengan usaha. Bagaimana usahanya? Dengan silaturahim, dengan meminta kepada Allah, dengan bergaul secara syar’i, dengan senantiasa memperbaiki diri sendiri.
7. Membuat hati senantiasa galau. Bagaimana tidak, kalau kita melihat dia ngobrol atau bersama dengan yang lain hati langsung panas dan pikiran suudzan bermunculan. Katanya sudah saling percaya. Maka dari itu, pernikahan adalah jalan terbaik (kalau sudah siap lahir batin) karena janji-janji dalam pernikahan semuanya atas nama Allah. Kalau sampai berkhianat, tanggung sendiri akibatnya.
8. Kita punya yang mahasetia, Allah swt. Kalau kamu sedang galau, kamu tahu kepada siapa harus mengadu dan mohon pertolongan. Kalau kamu sedang sedih dan membutuhkan ketenangan, kamu tahu harus membaca dan melakukan apa. Berapa sering kita mengacuhkan dan melupakannya namun Dia masih saja berbaik hati menjaga kita. Dan dia meminta kita untuk tidak mendekati zina (pacaran) saja bahkan sudah menunjukkan jalan yang lebih mulia dari semua itu, kurang baik apa Allah sama kita?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: