Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Atas nama Allah

on September 10, 2011

Ini adalah kisah saya menemani saudara (tetangga yang sudah seperti saudara sendiri) melangsungkan akad nikah sampai resepsi. Semua ketegangan, kesedihan, kebahagiaan, kelelahan semua tercampr jadi satu. Diawalai dengan ketengangan. Saya bisa membayangkan betapa ketegangan luar biasa yang dialami oleh kedua mempelai. Ibarat akan menghadapi peperangan berupa janji atas nama Allah untuk hidup bersama, saling menghormati, dan membangun peradaban yang islami. Sungguh hanya karena atas nama Allah, tampak optimisme, ketakutan, dan harapan besar kepada Rabbnya. Bagaimanapun janur kuning sudah melengkung, tidak ada alas an untuk mundur. Semua siap dan janji atas nama Allah itu akan segera diikrarkan.
Mempelai wanita menanti dengan harap-harap cemas dari dalam rumah dan melihat dari balik pintu. Tiga kali janji itu diucapkan. Sungguh sangat mulianya janji itu hingga harus dilakukan dengan sangat benar dan sangat hati-hati. Alhadulillah, barokallahulaka wabaroka alaika wajamaa bainakuma fi khoir! Alhamdulillah sunnah rosulullah telah ditunaikan…bukan hanya kelegaan yang muncul namun juga butiran-butiran air mata keharuan. Sungguh itu bukan kesedihan melainkan kebahagiaan yang memuncak atas karunia rabbNya…
Acara selanjutnya adalah sungkeman. Saat inilah yang sangat mengharukan saat kedua mempelai sungkem kepada orang tua. Terbayanglah semua bakti yang belum ditunaikan kepada kedua orang tua padahal kini amanah baru telah dijemput. Terucap harapan dan wejangan dari kedua orang tua untuk kedua anaknya yang akan menjalani kehidupan baru. Anak yang dulu dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan harapan kini telah menjadi tanggungjawab orang lain dan tak da pilihan bagi orang tua selain mengikhlaskan. Semoga Allah melindungi keduaNya dna menjadikan keluarganya berkah…sungkem diakhiri dengan sungkem istri kepada suami. Dibacakannya doa di ubun2 sang istri, sungguh pemandangan yang mengharukan antara nikmat Allah yang begitu luarbiasa dan bayangan perpisahan dengan orangtua dan kehidupan yang sebelumnya…
Pernikahan adalah sesuatu yang mulia dan dicontohkan oleh baginda Rasulullah saw. Sebuah janji untuk hidup dalam satu visi atas nama Allah, Tuhan semesta alam… saling menjaga, melindungi, mengingatkan, setia, dan menajga kehormatan. Tidak ada yang tidak mulia dalam pernikahan sepanjang manusia menyadari kemuliaannya. Pernikahan bukanlah hanya sebuah syarat untuk menghalalkan hubungan 2 orang, lebih dari itu pernikahan membuka pintu-pintu rejeki, memperluas persaudaraan, melahirkan peradaban Islam, menentramkan hati dan masih banyak lagi faedahnya. Mau menikah sekarang? Siapkan dirimu, karena pernikahan bukan didasari keinginan, namun niat dan kesiapan yang mantap karena Allah. Ya, karena Allah saja…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: